Kata Febri : 7/10
Sebagai sebuah film horor yang diadaptasi dari novel karya Krittanon berjudul sama (Tee Yod) yang diakuinya berasal dari kisah nyata. Film ini tampil baik dalam merangkai kisahnya. Sejumlah eksposisi ditampilkan secara proporsional agar penonton tidak terlalu bingung mengikuti film ini.
Sejumlah karakter bermuka good looking, yang tampaknya sengaja dipasang untuk menjadi pemeran 6 anak ini. Tentunya hal ini dilakukan untuk menambah nilai jual film ini, dan nampaknya hal ini cukup berhasil. Saya juga betah nonton pemerannya yang cakep-cakep. Cinematography film ini juga keren, sedap dipandang dengan beberapa penampakan pemandangan yang indah, beberapa di antaranya menggambarkan keadaan desa dan visual pohon besar yang bisa bikin merinding. Rumah Keluarga Petani dengan background gunung juga cukup estetik.
Yang patut diapresiasi adalah efeknya terlihat nyata, perut dan leher yang membesar sebelum memuntahkan darah terasa sangat realistis. Memuaskan karena menyajikan adegan berdarah yanh menunjukkan upaya untuk memenuhi selera pecinta horor yang sadis-sadis.
Meskipun filmnya berhasil menebar efek kejut dan horor, tetap saja agaknya beberapa hal belum dijelaskan dengan rinci, seperti asal usul detail dari pohon besar yang didiami sesosok makhluk perempuan yang menyeramkan. Kurang digali atau mungikin akan di bahas di film lanjutannya? Ya besok saya akan nonton yang ke 2.
Sinopsis :
Tahun 1972 di desa terpencil provinsi Kanchanaburi. Suatu ketika ada sebuah keluarga dengan gadis muda, yang mendadak tewas mengenaskan secara misterius. Selepas itu, kisah beralih pada Keluarga Petani dengan enam anak. Serentetan kejadian mengerikan mulai menghantui keluarga ini, terutama setelah ketiga putrinya melihat sosok wanita misterius berpakaian hitam di