Review : The Old Guard 2 (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 6/10

Film pertamanya berhasil menarik perhatian dengan premis unik tentang sekelompok prajurit abadi yang berjuang dengan makna keberadaan mereka sambil menghadapi ancaman modern. Sekuel ini mencoba memperluas dunia tersebut dengan memperkenalkan konflik baru dan karakter tambahan, tetapi hasilnya justru membingungkan.

Film ini gagal memenuhi ekspektasi yang ditinggikan oleh film pertamanya. Sekuel ini terasa seperti langkah mundur, dengan cerita yang berantakan dan kurangnya fokus naratif. Meskipun Charlize Theron kembali membawa intensitas sebagai Andy, naskahnya lemah, penuh dengan dialog klise dan subplot yang tidak relevan, membuat film terasa berlarut-larut di durasi dua jamnya.

Aksi yang seharusnya menjadi kekuatan utama film ini terasa repetitif dan kurang inovatif dibandingkan film pertama. Koreografi pertarungan terasa standar, tanpa momen ikonik yang melekat di ingatan. Penambahan karakter baru, termasuk yang diperankan oleh aktor ternama, terasa dipaksakan dan gagal membangun chemistry dengan tim inti.

Tema keabadian yang dieksplorasi di film pertama tidak digali lebih dalam, malah tersapu oleh plot twist murahan yang mudah ditebak. Visualnya memang apik, tetapi sinematografi tidak cukup untuk menyelamatkan cerita yang hambar. Musik latar juga terasa generik, gagal menambah emosi pada adegan-adegan kunci.

Secara keseluruhan, film ini adalah sekuel yang mengecewakan, gagal memanfaatkan potensi premis dan pemeran bintangnya. Penggemar film pertama seperti saya akan kecewa dengan kurangnya energi dan orisinalitas di sini.

 

Sinopsis :

Melanjutkan kisah sekelompok prajurit abadi yang dipimpin oleh Andromache of Scythia, atau Andy (Charlize Theron), yang telah hidup selama berabad-abad, berjuang melindungi dunia dari bayang-bayang. Setelah peristiwa di film pertama, tim yang terdiri dari Nicky (Luca Marinelli), Joe (Marwan Kenzari), Booker (Matthias Schoenaerts), dan anggota baru Nile (KiKi Layne) menghadapi ancaman baru yang mengguncang eksistensi mereka.

 

 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More