Review : Ne Zha 2 (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 9/10
Film yang sangat menghibur, baik deri segi visual yang memanjakan mata, cerita yang tidak bikin bosan, serta selipan humor yang bikin ngakak.
Adegan aksi Ne Zha 2 adalah sorotan utama, dengan koreografi pertarungan yang memadukan kekuatan supernatural dan strategi cerdas. Pertarungan di air terjun atau melawan naga laut terasa bombastis namun tetap terfokus pada pengembangan karakter. Plot twist, terutama terkait konspirasi di Yu Xu Palace dan pengkhianatan tak terduga, sukses membuat tercengang sekaligus emosional.
Film ini bukan sekadar aksi, tetapi juga kisah yang menyentuh. Ne Zha, dengan sifatnya yang nakal namun kesepian, dan Ao Bing, yang berjuang dengan identitasnya sebagai bagian dari Chaos Pearl, menghadirkan dinamika persahabatan yang mendalam. Film ini mengeksplorasi tema penerimaan diri, pengampunan, dan kompleksitas antara baik dan jahat dalam semangat Taoisme. Slogan Ne Zha, “My fate is up to me, not the Heaven!” menjadi inti narasi, menekankan keberanian untuk menentang takdir dan memperjuangkan kebebasan pribadi. Hubungan keluarga, terutama antara Ne Zha dan orang tuanya, Lady Yin dan Li Jing, memberikan momen emosional yang membuat terhanyut, terutama pada klimaks yang mengharukan.
Oia ada Post-Credit Scene, Ne Zha 2 memiliki satu adegan post-credit yang lucu sekaligus penting, memberikan petunjuk untuk sekuel berikutnya. Tonton film pertama (Ne Zha 2019) untuk pengalaman yang lebih lengkap, tetapi Ne Zha 2 tetap bisa dinikmati secara mandiri.

Sinopsis :
Melanjutkan kisah petualangan Ne Zha, anak iblis pemberani namun berhati baik, dan sahabatnya, Ao Bing, pangeran naga yang penuh kelembutan. Setelah peristiwa dramatis di film pertama (2019), di mana keduanya tersambar petir surgawi hingga tubuh mereka hancur, Master Taiyi Zhenren menggunakan Lotus Suci Tujuh Warna untuk meregenerasi tubuh mereka. Namun, tubuh Ao Bing gagal pulih sepenuhnya, dan Ne Zha kini harus menjalani tiga ujian berat di Yu Xu Palace untuk mendapatkan elixir kehidupan guna menyelamatkan sahabatnya. Sementara itu, konflik besar meletus ketika Raja Naga Laut Timur, Ao Guang, menyerang Chentang Pass, memicu kekacauan dan mengungkap konspirasi yang lebih dalam. Bersama Ao Bing, Ne Zha harus menghadapi musuh kuat, mengungkap dalang kehancuran, dan melindungi keluarga serta kotanya, sambil mempertanyakan takdir dan kebebasan mereka.

 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More