Kata Febri 7/10
Ketika dulu menunggu setiap minggu pagi kini selalu menanti ketika ada film layar lebarnya. Detective Conan: One-Eyed Flashback adalah film ke-28 dari waralaba legendaris Detective Conan.
Salah satu kekuatan film ini adalah bagaimana kisahnya mengangkat karakter yang selama ini sering dianggap komikal yakni Kogoro. Di film ini, Kogoro tidak lagi tidur dan diberi kedalaman emosional, kehilangan teman, dihantui masa lalu, berhadapan dengan rasa bersalah dan nostalgia terhadap profesinya sebagai detektif. Alih-alih sekadar jadi pelengkap, Kogoro akhirnya menjadi pusat, bukan hanya sebagai pelaku investigasi, tapi sebagai simbol perjuangan moral, penebusan, dan loyalitas. Bagi penggemar lama, ini terasa seperti penghormatan terhadap karakter yang selama ini cuma jadi pelengkap.
Meski begitu ada satu catatan dari kekurangan film ini yakni terlalu banyaknya karakter dan itu membingungkan. Melimpahnya karakter yang tampil dan berbicara seolah semua memiliki peran penting. Ini membuat alur investigasi yang seharusnya menegangkan dan rapi, justru terasa seperti teka-teki yang berlapis-lapis tanpa panduan yang jelas.
Tujuan misteri adalah membuat menebak. Tetapi ketika film mempertontonkan terlalu banyak tokoh dan informasi, penonton tidak lagi fokus pada petunjuk akhirnya justru sibuk mengingat “siapa yang tadi bicara apa”. Alih-alih memberikan teka-teki yang elegan, One-Eyed Flashback terasa seperti puzzle 1000 keping yang dilempar sekaligus tanpa rangka.
Untuk penggemar berat Conan, film ini tetap menarik sebagai eksplorasi baru. Tetapi bagi penonton umum atau penonton yang mengharapkan misteri yang tajam, film ini berpotensi membingungkan, bahkan melelahkan.
Sinopsis :
Di Pegunungan Yatsugatake, Detektif Kansuke Yamato terluka parah setelah ditembak dan tertimbun longsor, meninggalkan ingatan samar tentang penyerangnya. Sepuluh bulan kemudian, insiden misterius terjadi di Observatorium Nobeyama — seorang peneliti diserang dan alat parabola raksasa bergerak tanpa kendali.
Pada saat yang sama, Kogoro Mouri mendapat panggilan dari mantan koleganya yang menyebutkan bahwa nama Kogoro terlibat dalam kasus lama. Ketika mereka hendak bertemu, rekannya ditembak. Conan mencium adanya hubungan antara insiden ini, trauma Kansuke, dan masa lalu Kogoro yang selama ini tersembunyi.
Penyelidikan mengungkap jaringan berbahaya yang menghubungkan kasus lama, dendam pribadi, dan rencana kriminal besar yang memanfaatkan teknologi observatorium. Conan, Kogoro, dan tim polisi Nagano harus berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum tragedi kedua terjadi