Review : One Battle After Another (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 7,5/10

Kalo yang main Leonardo DiCaprio tidak boleh dilewatkan, termasuk yang satu ini. Dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Leonardo DiCaprio, Sean Penn, Benicio Del Toro, Regina Hall, dan Teyana Taylor, film ini menyajikan perpaduan unik antara aksi intens, drama keluarga, dan satire politik yang tajam. Film ini mengambil inspirasi dari novel Vineland karya Thomas Pynchon, One Battle After Another menangkap wajah rasis Amerika Serikat, di mana sekelompok pemegang kuasa diam-diam bersekutu dengan tujuan “memurnikan ras”, sembari menamai diri mereka Christmas Adventurers Club. Melukiskan dinamika dunia sekarang, di mana pertikaian terus lahir tanpa akhir dan konflik jadi santapan sehari-hari.

Plotnya yang berdurasi nyaris 3 jam, terbagi dua segmen besar. Pertama, segmen pembuka yang mengisahkan aksi-aksi anarkis yang dimotori Bob dan Perfedia, serta hubungan mereka dengan si pemburu, Lockjaw. Segmen ini boleh dibilang hanyalah eksposisi untuk karakter Bob dan Lockjaw. Sementara segmen berikutnya adalah sajian utama kisahnya yang menyajikan aksi nonstop perburuan para pemberontak. Segmen kedua ini begitu kontras dengan segmen pertama yang seolah berjalan tanpa arah dan tujuan, serta sedikit membosankan. Kisahnya berkesan baru berjalan sejak masuk segmen kedua.

One Battle After Another tak hanya sebuah film thriller aksi, tapi juga tentang isu sosial yang tajam. Kisah revolusioner tentang ideologi masa muda terbentur realitas dewasa.

Film ini mengajak penonton mengambil perspektif ganda, sebagai orang yang pernah bermimpi revolusi dan sebagai orang yang menghadapi konsekuensi dari mimpi itu. Kritik terhadap sistem kekuasaan disampaikan dengan sindiran, humor gelap, dan emosionalitas pribadi, membuat film ini relevan sekaligus menghibur.

 

Sinopsis :

Bob Ferguson (Dicaprio) dan Perfedia Beverly Hills (Taylor) adalah sepasang muda-mudi yang terlibat dalam aksi anarkis kelompok kiri “1975” yang menentang otoritas AS di wilayah perbatasan Meksiko. Pasukan militer dipimpin seorang kapten bengis bernama Steven Lockjaw (Pean) yang berambisi untuk menangkap Bob dan kelompoknya, walau usahanya gagal. Enam belas tahun berselang, Lockjaw masih memburu para pemberontak dan ketika seorang anggota ditangkap, informasi dengan cepat menyebar. Di Kota Baktan Cross, Bob yang kini hidup tenang bersama putri remajanya, Willa (Infinity), tidak luput dari incaran. Aksi militer pun membuat geger satu kota hingga memicu aksi kerusuhan. Willa yang terpisah dengan Bob, dilarikan kelompoknya ke sebuah lokasi terpencil. Bob dibantu rekannya, Sergio (del Toro) berpacu dengan waktu sebelum Lockjaw menemukan putrinya terlebih dulu.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More