Review : Mens Rea (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 8/10
Mens Rea adalah pertunjukan stand-up comedy spesial ke-10 dari Pandji Pragiwaksono, yang dirilis di Netflix sejak 27 Desember 2025. Bukan hanya sekadar komedi biasa , ini adalah karya yang memadukan humor, observasi sosial, dan kritik tajam terhadap dinamika politik dan budaya Indonesia masa kini.
Istilah mens rea berasal dari bahasa Latin yang berarti “batin yang bersalah” atau niat jahat, istilah yang sering dipakai dalam konteks hukum pidana. Pandji menggunakan istilah ini sebagai metafora untuk mengulas berbagai absurditas kehidupan sosial dan politik yang sering terjadi di Indonesia, dari perilaku pejabat publik hingga dinamika demokrasi yang kompleks. Alih-alih sekadar standup tanpa arah, Mens Rea mengajak penonton tertawa sambil reflektif terhadap realita yang kadang bikin geleng-geleng kepala.
Salah satu hal yang membuat Mens Rea begitu mengejutkan adalah ketajaman humornya. Tanpa Sensor dan Uncut: di Versi Netflix menghadirkan pertunjukan utuh, termasuk bagian opener sesuatu yang biasanya tidak ditayangkan di konten VOD. Pandji tidak segan membahas tokoh, fenomena, dan kebijakan yang sensitif dengan cara yang lugas dan sering kali brutal lucunya. Sangat blak-blakan sekali. Daripada sekadar lelucon ringan, materi di sini lebih mirip komentar sosial yang dibungkus humor yakni suatu kombinasi yang menghibur sekaligus mengusik pemikiran.
Ini bukan jenis komedi slapstick tentang kehidupan sehari-hari yang ringan. Mens Rea adalah komedi berani yang berhadapan langsung dengan isu nyata.
Sepanjang pertunjukan berdurasi panjang ini, Pandji menyoroti sikap apatis terhadap politik dan demokrasi, fenomena golput dan ilusi netralitas, kebiasaan menyalahkan sistem tanpa mau terlibat, serta mentalitas “gue nggak milih, tapi gue protes”.
Dengan gaya komedi tanpa sensor, Pandji merangkai cerita, analogi, dan punchline yang membuat penonton tertawa, lalu diam sebentar karena merasa tersindir. Mens Rea bukan sekadar kumpulan lelucon, melainkan satu narasi utuh tentang tanggung jawab, pilihan, dan konsekuensi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Pada akhirnya, Mens Rea adalah cermin, bukan untuk menunjukkan siapa yang paling benar, tapi untuk mempertanyakan niat batin kita sendiri apakah kita benar-benar peduli, atau hanya ingin aman tanpa ikut menanggung akibat. Kalo aku sih tetap Golput harga Mati.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

POWERED BY

Kata mereka Media interaktif citizen journalism

sebagai cover bothside dalam perubahan

ekonomi politik bisnis lebih baik bersama

komunitas.

Community :

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More