Review : The Shadow’s Edge (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 9/10

Akhirnya setelah sekian lama masih ada lagi film Jackie Chan yang berkualitas. Di tengah era film aksi modern yang dipenuhi CGI berlebihan dan pahlawan super tanpa luka, The Shadow’s Edge (2025) hadir sebagai pengingat bahwa karisma, ketepatan koreografi, dan tubuh manusia yang benar-benar bergerak masih punya daya magis. Lebih istimewa lagi, film ini menjadi etalase terbaru bagi Jackie Chan seorang legenda hidup yang, meski telah berumur, menolak untuk sekadar menjadi simbol nostalgia

Hal paling mencolok dari The Shadow’s Edge adalah bagaimana film ini tidak menipu usia Jackie Chan, namun juga tidak menjadikannya kelemahan. Kamera tidak berusaha menyembunyikan keriput atau gerak yang lebih berhati-hati. Justru sebaliknya, film ini merangkul kenyataan tersebut dan mengubahnya menjadi kekuatan. Aksi Jackie Chan di sini memang lebih ekonomis dibanding era Police Story atau Drunken Master, tetapi timingnya tetap presisi, ekspresi tubuhnya masih “bercerita” dan humor fisik khas Chan masih muncul, lebih halus dan dewasa. Adegan pertarungan tidak lagi soal kecepatan ekstrem, melainkan efisiensi, pengalaman, dan kecerdikan. Satu gerakan kecil bisa terasa lebih berdampak karena dilakukan oleh seseorang yang tahu kapan harus memukul, kapan harus menghindar, dan kapan harus berhenti. Ini adalah Jackie Chan versi “master tua” bukan singa yang berlari, tapi harimau yang menunggu momen.

Jika mencari Jackie Chan muda yang melompat dari gedung, ini bukan filmnya. Tapi jika ingin merasakan kembali jiwa film Jackie Chan, melalui adegan-adegan yang jujur, penuh memori, dan menghormati perjalanan panjangnya The Shadow’s Edge adalah sebuah hadiah. Film ini seperti salam hormat terakhir dari seorang pendekar kepada penontonnya: tidak keras, tidak berisik, tapi sangat membekas.

Sinopsis :

Kembalinya pakar pelacakan pensiunan, Wong Tak-chong (Jackie Chan), untuk memburu sindikat pencuri teknologi tinggi di Makau yang berhasil membobol sistem pengawasan canggih ‘Sky Eye’ dan mencuri miliaran uang. Dibantu detektif muda berbakat, He Qiuguo (Zhang Zifeng), mereka berkejaran dengan pemimpin kriminal licik, Fu Longsheng (Tony Leung Ka Fai), dalam pertarungan antara metode tradisional dan teknologi modern,

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

POWERED BY

Kata mereka Media interaktif citizen journalism

sebagai cover bothside dalam perubahan

ekonomi politik bisnis lebih baik bersama

komunitas.

Community :

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More