Kata Febri 6/10
Ini yang paling “kureeeeng” sih menurut saya yang tidak mengikuti secara seluruh episodenya. Berbeda dari film One Piece sebelumnya, Red sangat kental dengan unsur musikal. Lagu-lagu Uta bukan sekadar selingan, tetapi bagian dari cerita. Musiknya energik, dramatis, bahkan terkadang terasa seperti konser sungguhanyang kurang cocok disaya.
Sepanjang film, disuguhi berbagai lagu hits yang dinyanyikan oleh karakter Uta (disuarakan oleh penyanyi asli Jepang, Ado). Visualnya sangat colorful dan eksentrik, menyerupai konser pop idol yang megah. Jikan kamj penikmat visual yang tajam dan musik J-Pop yang enerjik, bisa jadi film ini akan terasa sangat memuaskan.
Plot utamanya berfokus pada rencana Uta untuk menciptakan “Era Baru” di mana semua orang bisa bahagia hanya dengan mendengarkan musiknya dan melupakan penderitaan dunia. Namun, rencana “perdamaian” ini memiliki sisi gelap yang perlahan terungkap. Hubungan antara Uta, Luffy, dan Shanks memberikan beban emosional yang cukup dalam.
Meski durasinya banyak diisi oleh nyanyian, bagian akhir film memberikan aksi bertarung yang luar biasa. Bagi orang awam, melihat kolaborasi antar berbagai bajak laut dan angkatan laut melawan satu ancaman besar tetap menjadi pemandangan yang seru dan mudah dipahami.

Sinopsis :
Uta adalah seorang diva yang suaranya begitu menarik sehingga semua orang ingin mendengarnya secara langsung. Ia memutuskan menggelar konser spektakuler di pulau khusus bernama Elegia. Banyak pihak menghadiri konser tersebut: bajak laut, Angkatan Laut, dan kelompok Bajak Laut Topi Jerami termasuk Luffy, yang awalnya hanya ingin menikmati pertunjukan.
Tapi suasana berubah ketika identitas Uta terungkap—ia bukan hanya penyanyi biasa, tetapi anak dari Shanks, seorang bajak laut legendaris yang punya sejarah panjang dengan Luffy dan para kru. Hal ini memicu berbagai reaksi dan mengungkapkan konflik pribadi serta ide-ide besar tentang dunia, mimpi, dan kebebasan