
KATA MEREKA: SURABAYA, Perkembangan anak merupakan fase krusial yang menentukan kualitas kehidupan seseorang di masa depan. Menurut para ahli psikologi, perkembangan anak bukan hanya mencakup pertumbuhan fisik, tetapi juga aspek kognitif, emosional, sosial, dan moral. Pemahaman yang tepat tentang tahapan perkembangan ini menjadi penting bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat luas.
Dr. Maria Kusuma, Psikolog Anak dan Remaja dari Universitas Indonesia, menyatakan bahwa setiap tahap perkembangan anak membawa tantangan dan kebutuhan yang berbeda. “Jika kebutuhan psikologis anak tidak terpenuhi sesuai usianya, maka bisa terjadi hambatan dalam aspek kepribadian maupun hubungan sosialnya kelak” jelas Dr. Maria.
Menurut teori perkembangan Erik Erikson, anak-anak melewati delapan tahap psikososial, dan tahap-tahap awal, seperti kepercayaan versus ketidakpercayaan (0-1 tahun) serta otonomi versus rasa malu dan ragu (1-3 tahun), sangat menentukan rasa percaya diri dan kemandirian anak di masa depan.
Selain itu, psikolog kognitif Jean Piaget menekankan pentingnya stimulasi intelektual di masa kanak-kanak. Dalam teorinya, anak-anak membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan. Anak usia 2–7 tahun berada dalam tahap pra-operasional, di mana mereka mulai menggunakan bahasa dan simbol untuk memahami dunia.
“Orang tua harus menyadari bahwa bermain bukan sekadar kegiatan santai. Itu adalah proses belajar utama anak” tambah Dr. Maria. Ia menyarankan agar anak-anak diberikan ruang eksplorasi yang aman, komunikasi terbuka, dan dukungan emosional yang konsisten.
Dalam era digital saat ini, tantangan baru pun muncul. Penggunaan gawai oleh anak-anak dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional mereka. Psikolog menyarankan agar screen time dibatasi dan anak tetap diberi interaksi langsung dengan orang tua serta teman sebaya.
Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) juga telah menggalakkan program “Indonesia Layak Anak” yang bertujuan menciptakan lingkungan yang ramah anak, termasuk dari aspek psikologis.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya perkembangan psikologis anak, diharapkan generasi masa depan Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi. Pendidikan tentang psikologi perkembangan pun kini semakin banyak diajarkan, baik di sekolah, komunitas, maupun melalui media digital.