KATAMEREKA: MINAHASA, Terlalu cepat rasanya duka kembali menyelimuti lautan Indonesia. Belum reda kesedihan atas insiden tragis terbakarnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali yang menyebabkan 19 orang meninggal duniadan 16 orang masih hilang, kini kabar pilu kembali datang dari perairan Sulawesi Utara. Kapal Motor Barcelona 5 ludes dilalap api di lepas pantai Pulau Talise, Minahasa Utara, pada Minggu (20/7) lalu. Sebuah bencana yang tak hanya menyisakan kerugian materi, tapi juga duka mendalam bagi keluarga korban.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menguraikan kronologi mencekam itu. Sekitar pukul 14.00 WITA, saat KM Barcelona 5 tengah berlayar dari Lirung menuju Manado, kepulan asap tebal tiba-tiba membumbung dari dek atas kapal. Kobaran api yang cepat membesar sontak membuat panik 280 penumpang dan 15 awak kapal.
“Insiden terjadi pada posisi koordinat 01°48.510’N/125°00.701’E, di timur Pulau Talise,” terang Masyhud di Jakarta, Minggu (20/7).
Bayangkan kengerian saat api menjalar, sementara lautan luas terhampar di sekeliling. Penumpang, dari anak-anak hingga orang dewasa, berhamburan mencari selamat. Sebuah pemandangan yang tak akan mudah terlupakan bagi mereka yang berhasil lolos dari maut.
Tim gabungan Basarnas dan Bakamla segera bergerak cepat setelah menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, akses menuju bangkai kapal yang masih membara menjadi tantangan tersendiri.
Data sementara dari tim Bakamla menunjukkan lima penumpang KMP Barcelona V dinyatakan meninggal dunia. Tiga di antaranya telah berhasil diidentifikasi, mereka adalah Hugu Majuntu yang menderita epilepsi dan pasca-stroke, Betrivia Malimbulun yang hamil 37-38 minggu dengan komplikasi, serta Daniel Lena yang mengalami serangan jantung inferior/STEMI. Dua korban lainnya hingga kini masih belum teridentifikasi.
Kepala Zona Bakamla Tengah, Laksma Bakamla Teguh Prasetya, membenarkan data tragis ini, “Lima orang dilaporkan meninggal dunia, dua di antaranya belum teridentifikasi.”
Para korban selamat dan yang meninggal dunia dievakuasi ke Pelabuhan Manado dan beberapa fasilitas kesehatan terdekat. Nuriyadin Gumelang, Humas Kantor SAR Manado, memastikan pihaknya bersama seluruh unsur terkait masih bersiaga penuh.
“Kami masih siaga di Pelabuhan Minte dan membuka posko informasi bagi keluarga penumpang. Semua unsur terkait turut membantu proses identifikasi dan pendataan korban,” kata Nuriyadin.
Di Pelabuhan Minte, posko informasi menjadi titik kumpul keluarga yang resah, menanti kabar orang-orang terkasih. Di sana, harapan dan kesedihan bercampur jadi satu. Insiden ini sekali lagi menjadi pengingat betapa rentannya nyawa di tengah lautan.