PR Sampah di Balik Program Makan Gratis Surabaya

Oleh Ardyan Pratama

KATA MEREKA: SURABAYA, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru dimulai di Surabaya, Senin (13/1/2025), lagi ramai diperbincangkan. Meski tujuannya mulia untuk memberikan makanan sehat ke sekitar 616.000 pelajar PAUD hingga SLTA, program ini ternyata punya tantangan besar soal sampah dan sisa makanan yang dihasilkan.

Koordinator Komunitas Nol Sampah Surabaya, Hermawan Some, mengungkapkan kalau banyak sekolah masih pakai tempat makan dari plastik. “Kebanyakan masih pakai plastik jenis polypropylene 5, yang bisa dipakai ulang sih, tapi kalau dipakai terus-terusan tetap nggak bagus. Ada juga yang masih pakai sendok plastik,” ujar Wawan.

Dia juga menyoroti susu kemasan yang dibagikan setiap hari. “Sebaiknya nggak harus susu kemasan terus, karena kandungan gulanya lumayan tinggi. Bisa diganti sama susu kedelai atau alternatif lain yang lebih sehat,” sarannya.

Masalah lain yang nggak kalah penting adalah sisa makanan. Wawan menemukan, rata-rata satu siswa membuang 25-40 gram makanan. “Kalau di satu sekolah ada 925 siswa, itu berarti sampah makanannya bisa sampai 30-40 kilogram per hari. Sampah ini harus dikelola biar nggak jadi masalah,” jelasnya.

Wawan menyarankan sisa makanan diproses jadi kompos atau digunakan untuk budidaya maggot. Surabaya punya 12 TPS 3R dan 28 rumah kompos yang bisa dimanfaatkan. “Daripada sampah langsung dibuang ke TPA Benowo, mending diolah. Selain ramah lingkungan, bisa juga jadi peluang ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, dia juga berharap siswa diajari untuk menghabiskan makanan mereka agar nggak ada yang terbuang. “Edukasi ke siswa soal pentingnya makan habis itu perlu banget. Jadi nggak cuma program ini jalan, tapi juga lebih ramah lingkungan,” pungkas Wawan.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More