CATATAN REDAKSI: Ketika Dunia Bicara Krisis, Pasar Pagi Singosari Tetap Riuh

Oleh Didit

KATAMEREKA: SINGOSARI, Terlintas dalam pikiran saya, tatkala berjalan-jalan di pasar pagi Kertarajasa kawasan Singosari, kabupaten Malang, sebenarnya sekuat apa ekonomi lokal dan kerakyatan ini menopang atau bahkan ekstrimnya bertahan dalam perputaran ekonomi global yang di isukan tengah dalam krisis.

Ditengah hiruk-pikuk isu krisis ekonomi global yang membanjiri linimasa, mulai dari perang dagang Amerika Serikat–China, inflasi jasa yang membandel, kenaikan suku bunga, hingga ketegangan geopolitik yang mengguncang rantai pasok pangan dan energi, pasar pagi Kertarajasa ini, justru menyuguhkan pemandangan yang nyaris kontras.

Tawa para pedagang, tawar-menawar yang akrab, dan senyum pengunjung pasar seolah berjalan di semesta berbeda. Tak ada raut cemas tentang resesi global. Tak terlihat kepanikan akibat fluktuasi nilai tukar atau ketidakpastian geopolitik. Yang tampak hanyalah denyut ekonomi rakyat yang hidup, sederhana, tapi nyata.

Pasar pagi yang hanya ada setiap hari minggu ini dikelola secara swadaya masyarakat dan karang taruna setempat. Bahkan dalam enam tahun ini, Ia tumbuh bukan karena suntikan modal raksasa atau proyek mercusuar, melainkan karena kebutuhan dan solidaritas warga. Di sinilah ekonomi bekerja dalam bentuk paling dasarnya yakni manusia saling memenuhi kebutuhan.

Jika ditilik dari kacamata ilmu ekonomi wilayah, apa yang terjadi di pasar Kertarajasa adalah contoh nyata ekonomi lokal mandiri. Inilah praktik hidup dari teori yang kerap hanya menjadi catatan di buku teks, mulai dari Teori Basis Ekonomi, efek pengganda (multiplier effect), hingga konsep pertumbuhan endogen.

Uang yang dibelanjakan di pasar tidak langsung mengalir keluar daerah. Seorang warga membeli sayur dari petani lokal, petani itu kemudian membayar jasa bengkel tetangga untuk memperbaiki alat, bengkel tersebut berbelanja kebutuhan harian di warung sekitar. Begitu seterusnya. Uang berputar, berkali-kali, di ruang yang sama. Inilah efek pengganda dalam bentuk paling sederhana namun justru paling kuat.

Dalam klasifikasi ekonomi wilayah, aktivitas seperti ini kerap dimasukkan ke dalam sektor non-basis, artinya sektor yang tidak berorientasi ekspor atau pasar luar daerah. Namun justru sektor inilah yang menjadi fondasi ketahanan ekonomi lokal. Ia menyerap tenaga kerja, menjaga sirkulasi likuiditas, dan berfungsi sebagai jaring pengaman sosial ketika ekonomi makro sedang goyah.

Saat dunia global terguncang oleh perang, inflasi, transformasi digital yang tak merata, hingga tekanan isu lingkungan dan sumber daya alam, ekonomi kecil seperti ini menunjukkan satu hal penting bahwa ketahanan tidak selalu datang dari skala besar.

Pembangunan ekonomi tidak melulu harus bergerak dari atas ke bawah (top-down). Pasar pagi Kertarajasa memberi pelajaran tentang pembangunan dari bawah (bottom-up), di mana UMKM, pedagang kecil, dan interaksi antarwarga menjadi bahan bakar utama mesin ekonomi sosial. Mereka mungkin tak tercatat dalam indeks global atau laporan investasi internasional, tetapi merekalah yang menjaga denyut kehidupan sehari-hari.

Dalam perspektif pertumbuhan endogen, kekuatan ekonomi semacam ini lahir dari dalam sistem itu sendiri. Ia digerakkan oleh kepercayaan sosial, kedekatan geografis, inovasi kecil, dan relasi antarwarga yang organik. Bukan kebal terhadap krisis, tetapi cukup lentur untuk bertahan.

Mungkin inilah ironi sekaligus pelajaran dari pasar rakyat, ketika dunia sibuk memprediksi kehancuran ekonomi global, sebagian masyarakat justru bertahan dengan cara paling klasik yakni berdagang, berinteraksi, dan saling menghidupi.

Di pasar pagi Singosari, krisis global terdengar jauh. Bukan karena tak nyata, tetapi karena ekonomi kerakyatan telah lama terbiasa hidup dengan ketidakpastian. Dan justru dari sanalah, ketahanan itu tumbuh.

 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More