KATAMEREKA;Surabaya – Memasuki bulan Syaban, kesibukan masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan mulai terasa. Salah satu tradisi yang tak pernah lepas dari masyarakat Indonesia adalah menyetok kurma di rumah, baik untuk konsumsi pribadi saat berbuka maupun sebagai bingkisan bagi kerabat.
Memahami kebiasaan tersebut, penyedia oleh – oleh haji dan umrah legendaris, Lawang Agung, membuka cabang baru di kawasan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya. Kehadiran outlet ini seolah menjawab kebutuhan warga di area Surabaya Timur dan sekitarnya yang kerap mencari kurma berkualitas tanpa harus terjebak kemacetan di pusat kota atau area pasar tradisional yang padat.
Pembukaan gerai baru ini tidak hanya sekadar ekspansi bisnis. Mengingat budaya berbagi yang kental di masyarakat Surabaya, pihak pengelola sempat membagikan kurma gratis kepada 500 orang serta memberikan santunan bagi puluhan anak yatim sebagai bagian dari prosesi syukuran.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk semakin dekat dengan pelanggan. Kami ingin memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan kurma dan perlengkapan ibadah dengan lokasi yang lebih terjangkau,” ujar Yasir Basyrewan, CEO Lawang Agung.
Bagi masyarakat yang sudah mulai menyusun anggaran belanja bulan puasa, ketersediaan varian produk menjadi poin penting. Di gerai terbarunya ini, koleksi yang dihadirkan cukup beragam, mulai dari kurma harian hingga jenis premium seperti Ajwa dan Medjoul.
Outlet Lawang Agung di Jl Ngagel jaya Selatan No.111. (foto/ist)
Menariknya, tren belanja hemat juga diakomodasi melalui paket kurma dengan harga mulai dari Rp9.900. Hal ini tentu menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin menjalankan sunnah berbuka dengan kurma namun tetap memperhatikan efisiensi biaya.
Selain kurma, gerai ini juga berfungsi sebagai pusat perlengkapan haji dan umrah. Bagi keluarga yang memiliki kerabat yang akan berangkat ke tanah suci dalam waktu dekat, keberadaan pusat oleh-oleh di titik strategis seperti Ngagel ini memberikan kemudahan untuk mencari buah tangan tanpa perlu repot mengemasnya dari luar negeri.
Dengan pengalaman selama 68 tahun, Lawang Agung mencoba tetap relevan di tengah perubahan gaya hidup masyarakat urban yang kini lebih mengutamakan kenyamanan dan aksesibilitas dalam berbelanja kebutuhan religi.