Siswa SMP di Surabaya Ciptakan Nugget dari Limbah Bandeng, Sukses Raih Penghargaan Internasional

Oleh Ardyan Pratama

Kelompok yang menamai diri mereka Five Stars ini beranggotakan Felio Altaf Prajatara, Muhammad Farzana Admawidya, Daekenzie Ar Rayyan Adityawarman, Richie Medina Tarwoto, dan Zivara Rahmalika Alyadeena Maricar Sahib. Mereka terinspirasi dari banyaknya limbah ikan bandeng di pasar tradisional yang terbuang begitu saja.

“Kami sering melihat sisa tulang, sisik, dan organ bandeng di pasar. Dari situ, kami berpikir untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang bergizi dan bermanfaat,” kata Felio Altaf Prajatara.

Nugget Chranos: Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan

Mereka pun menciptakan nugget bernama Chranos, yang merupakan kombinasi dari limbah ikan bandeng (Chanos-chanos) dan tepung suweg (Amorphophallus paeoniifolius). Untuk memastikan kualitasnya, nugget ini diuji di laboratorium dan terbukti mengandung:

Protein 20,44 persen

Karbohidrat 24,02 persen

Lemak 14,82 persen

Kalsium 10 mg

Selain kaya gizi, nugget ini juga alami dan bebas zat kimia, membuatnya lebih sehat dibandingkan nugget di pasaran. “Anak-anak lebih suka nugget dibandingkan ikan utuh, jadi ini bisa jadi alternatif makanan sehat,” kata Muhammad Farzana Admawidya.

Raih Medali Emas dan Penghargaan Khusus

Melalui inovasi ini, Five Stars sukses meraih Gold Medal di YISF 2025 serta penghargaan Special Award dari Malaysia Young Scientists Organization (MYSO). Kompetisi ini diikuti oleh 350 peserta dari berbagai negara, dengan sesi presentasi dalam bahasa Inggris.

“Kami tidak menyangka bisa menang, apalagi ini kompetisi internasional. Juri sangat tertarik dengan konsep kami,” ujar Daekenzie Ar Rayyan Adityawarman.

Diusulkan Masuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Ke depan, mereka berencana mengusulkan nugget ini sebagai menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

“Dengan rasa yang enak dan kandungan gizi tinggi, nugget ini bisa membantu program pemerintah dalam mengatasi stunting,” kata Richie Medina Tarwoto.

Sementara itu, Zivara Rahmalika menambahkan bahwa timnya akan terus mengembangkan produk ini, baik dari segi rasa, tekstur, maupun bahan tambahan, seperti tepung porang dan bumbu alami.

Inovasi ini membuktikan bahwa dari limbah sekalipun, jika diolah dengan kreatif dan inovatif, bisa menjadi produk yang bermanfaat bagi banyak orang.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More