KATAMEREKA,Tulungagung – Seorang oknum anggota TNI berinisial AM anggota Koramil 0807/10 Pakel, Kodim 0807/Tulungagung ditangkap warga dan polisi saat sedang melancarkan aksi pembobolan minimarket di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Sabtu 7/3/2026 dini hari.
Aksi pelaku terendus setelah warga menaruh kecurigaan terhadap sebuah sepeda motor yang dititipkan tidak jauh dari lokasi minimarket pada jam-jam sepi. Warga kemudian melapor ke Satreskrim Polres Tulungagung.
Saat dilakukan pengepungan, pelaku ditemukan sedang berada di dalam toko setelah membobol bagian atap. Ia diduga tengah berupaya membongkar brankas uang serta mengambil barang-barang dagangan seperti rokok, vape, dan kosmetik.
Saat ini, AM masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara karena mengalami cedera gegar otak ringan saat proses penangkapan. Pihak Kodim 0807/Tulungagung telah mengonfirmasi identitas pelaku dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Pomdam V/Brawijaya.

Makodim Tulungagung. (foto/ist)
Dandim Tulungagung, Letkol Inf Hanny Galatrio, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan anak buahnya.
“Saya ingin mengucapkan permohonan maaf terhadap pihak-pihak yang mungkin dirugikan karena kejadian ini… Memang benar adanya anggota TNI yang melakukan pencurian di supermarket di Tulungagung inisialnya AM anggota Koramil 10 Pakel,” ujar Letkol Hanny Galatrio.
Berdasarkan rekam jejaknya, AM diketahui pernah melakukan aksi serupa di lima lokasi berbeda di wilayah Trenggalek pada tahun 2024. Saat itu, ia divonis 8 bulan penjara oleh Pengadilan Militer namun tetap dipertahankan sebagai anggota TNI.
Pihak TNI menegaskan akan mendukung penuh proses hukum di Pengadilan Militer. Mengingat ini adalah pelanggaran kedua kalinya, status keanggotaan AM kini berada di ujung tanduk dan kemungkinan besar akan menghadapi sanksi yang jauh lebih berat, termasuk pemecatan secara tidak hormat (PTDH).
Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya TKP lain, di mana laporan awal menyebutkan ada sekitar 6 titik lokasi pembobolan di wilayah Tulungagung yang diduga melibatkan pelaku yang sama.