Waspada Macet! 27 Juta Pemudik Bakal Masuk Jatim, Simak Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Sini.

Oleh A. Purwo Aji

Pintu Tol Warugunung. (foto/ist)

KATAMEREKA,Surabaya – Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tujuan utama pulang kampung pada musim Lebaran 1447 H / 2026. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jawa Timur menempati urutan kedua destinasi mudik paling favorit secara nasional, tepat di bawah Jawa Tengah.

Tahun ini, diperkirakan sebanyak 27,29 juta orang akan bergerak masuk ke wilayah Jawa Timur. Angka ini mencerminkan sekitar 17,3% dari total pergerakan pemudik nasional yang diprediksi mencapai 143,9 juta orang.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa arus besar menuju Jatim ini dipicu oleh tingginya jumlah perantau asal Jatim yang berada di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Dudy juga mengatakan arus mudik dibagi menjadi dua gelombang yakni 14 – 15 Maret 2026 gembang pertama dan gelombang kedua pada tanggal 18 – 19 Maret 2026 diprediksi sebagai puncak arus mudik tertinggi.

Terminal Purabaya Sidoarjo. (foto/ist)

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur telah menyiagakan armada besar-besaran untuk menyambut jutaan pemudik tersebut, di antaranya 6.637 armada bus siap beroperasi di berbagai terminal tipe A dan B, 148 rangkaian kereta api yang menghubungkan jalur utama utara dan selatan serta armada kapal laut dan pesawat udara.

Untuk menjamin keamanan moment mudik 2026, sebanyak 16.326 personel gabungan dari TNI/Polri  dan instansi terkait dikerahkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Fokus pengamanan akan tersebar di 238 Posko yang memantau objek vital seperti masjid, tempat wisata, hingga titik rawan macet di sepanjang jalur Tol Trans Jawa dan jalur arteri.

“Kami memfokuskan pengamanan pada titik-titik krusial dan mengintegrasikan CCTV melalui Command Center agar respon terhadap kendala di lapangan bisa dilakukan secara real-time,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto.

Mengingat tingginya volume kendaraan pribadi (mobil dan motor) yang masih mendominasi, pemudik diharapkan untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diusulkan pemerintah untuk mudik lebih awal, memastikan kondisi fisik kendaraan dalam keadaan prima dan juga selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG karena musim mudik kali ini masih dibayangi intensitas hujan yang cukup tinggi.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More