Tragedi Jalur Rel Thailand, Crane Konstruksi Ambruk Hantam Kereta Penumpang

Oleh Didit

KATAMEREKA: Thailand, Perjalanan kereta yang seharusnya menjadi moda transportasi aman dan terjangkau justru berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah kereta penumpang rute Bangkok–Ubon Ratchathani mengalami kecelakaan fatal setelah menabrak crane konstruksi yang roboh di Distrik Sikhio, Thailand, Rabu pagi (14/1/2026). Insiden ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai sekitar 50 penumpang lainnya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.05 waktu setempat di jalur Ban Thanon Kod, sekitar 230 kilometer timur laut Bangkok. Saat itu, kereta tengah melaju menuju Provinsi Ubon Ratchathani dengan membawa hampir 200 penumpang dan awak kabin. Tanpa peringatan, sebuah crane proyek konstruksi jembatan kereta ambruk dan menghantam gerbong kedua rangkaian kereta.

Benturan keras memicu kebakaran dan membuat sejumlah penumpang terjebak di dalam gerbong. Tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi dengan peralatan berat, termasuk pemotong hidrolik, untuk mengevakuasi korban dari badan kereta yang ringsek. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu karena kondisi kereta yang rusak parah.

Wakil Perdana Menteri Thailand sekaligus Menteri Transportasi, Phiphat Ratchakitprakarn, mengonfirmasi telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut. Ia memerintahkan State Railway of Thailand (SRT) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, khususnya terkait penyebab robohnya crane yang berada di dekat jalur aktif kereta penumpang.

Menurut keterangan SRT, jumlah korban meninggal masih berpotensi bertambah. Otoritas setempat masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan. Seperti dilaporkan media lokal Bangkok Post, crane yang roboh merupakan bagian dari proyek pembangunan jembatan kereta untuk jalur kereta cepat Thai–China senilai sekitar 5,4 miliar dolar AS.

Proyek ambisius yang dimulai sejak 2017 itu ditujukan untuk menghubungkan Bangkok dengan Kunming, China, melalui Laos, dan ditargetkan beroperasi pada 2028. Namun tragedi ini memunculkan sorotan tajam terhadap aspek keselamatan konstruksi, manajemen proyek, serta perlindungan transportasi publik yang sehari-hari digunakan masyarakat.

Di sisi sosial dan kesehatan, rumah sakit di wilayah Sikhio dan sekitarnya kini menangani puluhan korban luka dengan berbagai tingkat cedera, mulai dari patah tulang hingga trauma berat. Pemerintah daerah juga membuka pusat krisis untuk membantu keluarga korban yang datang dari berbagai provinsi.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dan jalur kereta di lokasi kejadian ditutup sementara. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa pembangunan infrastruktur berskala besar harus berjalan seiring dengan standar keselamatan tinggi, terutama ketika bersinggungan langsung dengan transportasi publik dan keselamatan warga.

Tinggalkan Komentar

POWERED BY

Kata mereka Media interaktif citizen journalism

sebagai cover bothside dalam perubahan

ekonomi politik bisnis lebih baik bersama

komunitas.

Community :

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More