Strategi Spiku Surabaya Bertahan di Era Digital 2026

Oleh Sifa

KATAMEREKA: SURABAYA, Spiku atau Lapis Surabaya telah menjadi bagian dari DNA kuliner Kota Pahlawan sejak zaman kolonial. Namun, di tahun 2026, kudapan ini mengalami “rebranding” besar-besaran. Tidak lagi hanya dianggap sebagai “roti orang tua,” Spiku kini hadir dengan tekstur yang jauh lebih ringan (fluffy) dan pilihan topping modern seperti truffle chocolate dan biscoff glaze.

Permintaan pasar melonjak hingga 40% di minggu pertama Januari 2026. Banyak pelancong dari Jakarta dan Semarang yang sengaja singgah ke pusat oleh-oleh di kawasan Genteng untuk membawa pulang kotak-kotak Spiku dengan kemasan edisi terbatas tahun baru yang lebih ramah lingkungan.

“Spiku adalah warisan, dan tantangan kami adalah menjaga resep kuno yang menggunakan banyak kuning telur agar tetap relevan di tengah tren gaya hidup sehat. Kami melakukan modifikasi pada teknik pemanggangan dan pengurangan kadar gula tanpa merusak rasa autentiknya. Hasilnya, generasi Z di Surabaya kini mulai menjadikan Spiku sebagai hantaran utama, bukan lagi sekadar oleh-oleh, tapi sebagai simbol prestise lokal,” jelas Chef Ferdiyanzah, seorang Pastry Chef kenamaan di Surabaya.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

POWERED BY

Kata mereka Media interaktif citizen journalism

sebagai cover bothside dalam perubahan

ekonomi politik bisnis lebih baik bersama

komunitas.

Community :

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More