Surabaya di Persimpangan Jalan: Lonjakan Pasien Judi Online di RSJ Menur dan Gebrakan Wali Kota Eri Cahyadi

Oleh Sifa

KATA MEREKA: SURABAYA, Sebagai salah satu denyut nadi ekonomi dan sosial Jawa Timur, kini tengah menghadapi dua realitas yang kontras namun saling berkaitan: lonjakan signifikan jumlah pasien dengan gangguan kejiwaan akibat kecanduan judi online di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, bersamaan dengan langkah-langkah proaktif yang diambil oleh Wali Kota Eri Cahyadi untuk menata dan mengembangkan kota.

Peningkatan drastis pasien dengan diagnosis gangguan kejiwaan yang dipicu oleh kecanduan judi online di RSJ Menur Surabaya menjadi sorotan tajam belakangan ini. Data dari pihak rumah sakit menunjukkan adanya tren yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2024, RSJ Menur menangani 68 pasien dengan adiksi judi online. Angka ini terus meningkat, dengan catatan hingga Mei 2025 sudah ada 51 pasien yang dirawat, dan laporan terbaru per Juni 2025 bahkan menyebutkan angka 85 pasien, termasuk seorang anak berusia 17 tahun. Pasien-pasien ini berasal dari berbagai latar belakang usia dan sosial ekonomi, mulai dari 14 hingga 70 tahun, yang terjerat dalam lingkaran setan perjudian daring hingga menyebabkan depresi, kecemasan akut, halusinasi, bahkan percobaan bunuh diri.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa akses mudah terhadap platform judi online, ditambah dengan iming-iming keuntungan instan, telah menciptakan masalah sosial baru yang membutuhkan penanganan komprehensif dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, pemerintah, hingga lembaga kesehatan.

RSJ Menur Surabaya menangani pasien-pasien ini dengan serius, menyediakan layanan rawat jalan dan rawat inap dengan dukungan tim dokter spesialis jiwa dan psikolog. Para ahli menekankan bahwa pengobatan kecanduan judi online tidak bisa instan karena menyangkut perubahan fungsi otak dan perilaku, sehingga membutuhkan proses yang panjang dan berlapis. Pentingnya peran keluarga dalam membangun ketahanan mental juga sangat ditekankan sebagai benteng pertama dalam menghadapi masalah ini. Kementerian Kesehatan pun turut memperkuat layanan rehabilitasi bagi korban judi online dan game online di berbagai rumah sakit.

Menanggapi krisis ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi telah mengambil beberapa langkah proaktif:

– Penerbitan Surat Edaran (SE): Pemkot Surabaya menyiapkan SE yang ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, dan pelajar di Kota Pahlawan. SE ini berisi imbauan dan larangan bagi ASN dan non-ASN untuk tidak terlibat dalam judi online, baik selama jam kerja maupun di luar jam kerja.

– Pembatasan Akses Internet: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya telah membatasi akses internet bagi seluruh pegawai di semua kedinasan di lingkungan Pemkot Surabaya, mengacu pada SE Wali Kota Eri Cahyadi ini.

– Tindakan Tegas terhadap ASN: Pemkot Surabaya akan menindak tegas ASN yang terlibat judi online. Sanksi yang diberikan bisa bervariasi mulai dari penurunan pangkat, tidak bisa naik pangkat dalam beberapa tahun, hingga pemecatan. Pemantauan internal terhadap ASN juga terus dilakukan oleh Dinkominfo.

– Sosialisasi dan Edukasi: Pemkot akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi mengenai penggunaan internet secara positif kepada pelajar SD hingga SMP. Edukasi ini juga mencakup bahaya game yang dapat mengarah pada perjudian.

– Pembentukan Satuan Tugas (Satgas): Wali Kota Eri Cahyadi tidak menutup kemungkinan untuk membentuk Satuan Tugas Judi Online guna menekan angka kejadian di Kota Pahlawan.

Fenomena ini adalah krisis kesehatan mental serius yang membutuhkan penanganan komprehensif. Dengan kerja sama berbagai pihak, termasuk keluarga, pemerintah, dan lembaga kesehatan, diharapkan dapat menyelamatkan masa depan masyarakat dari jerat judi online.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More