Review : The Empty Man (2020)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 6/10

Awal yang menjanjikan film ini memulai dengan prolog yang kuat di Bhutan, tetapi transisi ke cerita utama terasa lambat dan kadang membingungkan. Dengan durasi lebih dari dua jam, beberapa adegan terasa bertele-tele, terutama di paruh pertama, yang bisa membuat kehilangan fokus.

Pembuka film ini merupakan pembuka yang sangat bagus, membuat penasaran dengan kelanjutan cerita yang ada dalam film ini. Saya pribadi berfikir bahwa pembuka film ini sendiri bisa saja menjadi suatu film pendek yang bagus, dibuat terkejut karena 20 menit itu masih merupakan pembuka film ini, belum sampai pada cerita yang sesungguhnya, dan sudah disajikan dengan penceritaan yang begitu menegangkan dan misterius.

Di paruh awal, film ini seperti horor supranatural, namun hal tersebut berubah di babak kedua, film ini terasa seperti thriller detektif, dan di bagian akhir genrenya melompat jadi cosmic horor atau bahkan macam alien jadinya.

Jika menyukai film seperti Hereditary atau The Witch, yang mengutamakan atmosfer dan tema mendalam, sepertinya cocok dengan film ini. Siapkan juga untuk pengalaman yang lambat namun memikat, dan bersiaplah untuk berpikir keras tentang ending-nya!

 

Sinopsis :

James Lasombra (James Badge Dale), seorang mantan detektif yang menyelidiki serangkaian kematian misterius remaja di Missouri. Kematian-kematian ini terkait dengan legenda urban tentang “The Empty Man,” entitas supranatural yang dapat dipanggil dengan meniup botol di jembatan dan memikirkan entitas tersebut. Penyelidikan James membawanya ke dunia ritual okultisme, organisasi misterius, dan realitas yang semakin kabur antara kenyataan dan ilusi.

 

 

 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More