KATAMEREKA: SURABAYA, Jaringan transportasi publik di Jawa Timur semakin luas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus menggenjot perluasan Bus Trans Jatim hingga ke berbagai wilayah, dengan fokus pada pemerataan pembangunan dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, mengungkapkan dua koridor baru akan segera diluncurkan tahun ini. Koridor pertama, yang menghubungkan Lamongan Selatan – Gresik – Lamongan Utara, direncanakan rilis pada Oktober 2025. Koridor ini akan menjadi jawaban atas kebutuhan transportasi publik yang efisien di wilayah Lamongan.
Setelahnya, giliran Malang Raya yang akan merasakan manfaatnya. Menurut Nyono, koridor di wilayah ini akan diluncurkan pada November mendatang. Meskipun baru satu koridor yang akan diresmikan di tahap awal, rencana jangka panjangnya adalah mengembangkan total tiga koridor di Malang Raya.
Perluasan ini tak berhenti sampai di situ. Nyono menambahkan, Trans Jatim ke depannya akan hadir di seluruh Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jatim, termasuk Kediri, Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan. Namun, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan proyek di area Gerbangkertasusila. Kajian untuk empat wilayah lainnya akan mulai dibahas pada tahun depan.
Perluasan jangkauan ini didorong oleh tingginya antusiasme masyarakat. Nyono mencatat, rata-rata penumpang harian Trans Jatim saat ini mencapai 22.000 orang. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan transportasi publik yang terjangkau sangat dibutuhkan.
Demi kenyamanan dan keamanan, Dishub juga menyiapkan beberapa inovasi baru melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib. Fitur terbarunya meliputi penanganan cepat untuk laporan kecelakaan dari pengguna dan peringatan suara saat melintas di perlintasan sebidang kereta api. Dua fitur ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.