KATAMEREKA: SURABAYA, Stok darah golongan O di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Informasi tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi @pmikotasurabaya pada Rabu, 7 Januari 2026, sebagai bentuk peringatan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk segera melakukan donor darah.
Dalam unggahan tersebut, PMI Surabaya menyebutkan bahwa persediaan darah O menipis di tengah tingginya kebutuhan transfusi. Golongan darah O dikenal sebagai donor universal, sehingga darah ini dapat digunakan untuk pasien dengan berbagai golongan darah, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Unggahan PMI Kota Surabaya terkait stock darah golongan O yang menipis
Secara nasional, darah golongan O memang menjadi yang paling banyak dibutuhkan. Di Indonesia, sekitar 38–40 persen populasi memiliki golongan darah O. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas, kasus kegawatdaruratan medis, operasi besar, hingga komplikasi persalinan membuat permintaan darah O terus meningkat. Di Jawa Timur, khususnya Surabaya sebagai kota rujukan layanan kesehatan regional, kebutuhan darah O kerap melonjak karena banyaknya pasien dari daerah sekitar yang dirawat di rumah sakit besar.
PMI mencatat, darah O sering menjadi pilihan utama dalam situasi darurat ketika identifikasi golongan darah pasien belum memungkinkan. Kondisi inilah yang membuat stok darah O lebih cepat menipis dibanding golongan lain, meskipun jumlah pendonornya tergolong besar.
PMI Kota Surabaya pun mengajak masyarakat, khususnya pendonor darah O yang sudah memenuhi jeda waktu donor, untuk kembali menyumbangkan darahnya. Donor darah tidak hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor itu sendiri. Donor darah secara rutin dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar, merangsang pembentukan sel darah baru, serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular tertentu. Selain itu, pendonor juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar secara berkala.
Namun demikian, PMI juga mengingatkan bahwa tidak semua pemilik golongan darah O dapat mendonor secara sembarangan. Salah satunya adalah pendonor dengan golongan darah O Rhesus negatif (O-). Golongan darah ini tergolong langka di Indonesia, jumlahnya diperkirakan kurang dari 1 persen populasi. Karena kelangkaannya, darah O- biasanya diprioritaskan untuk kondisi khusus, seperti pasien dengan rhesus negatif, bayi baru lahir dengan kondisi medis tertentu, atau kasus darurat yang sangat spesifik. Oleh karena itu, pendonor O- perlu mengikuti arahan petugas medis terkait waktu dan kebutuhan donor.
PMI Kota Surabaya memastikan seluruh proses donor dilakukan dengan standar keamanan dan kenyamanan yang ketat. Masyarakat yang memenuhi syarat diimbau tidak menunda niat baiknya, karena setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi penentu hidup seseorang esok hari.
Ajakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketersediaan darah bukan hanya tanggung jawab lembaga kemanusiaan, melainkan hasil dari kepedulian bersama. Ketika stok menipis, solidaritas warga menjadi kunci agar layanan kesehatan tetap berjalan dan nyawa dapat terus diselamatkan.