KATAMEREKA – Dibalik keindahan mahakarya alam yakni Gunung Ijen yang eksotis dengan aktivitas vukanik tersimpan “harta karun” hitam yang kini menjadi perbincangan para penikmat kopi di berbagai belahan dunia. Kopi Arabika Java Ijen namanya. Bukan sekadar biji kopi biasa, melainkan sebuah simfoni rasa yang lahir dari tanah vulkanik yang subur dan tangan-tangan terampil yang menjaga tradisi.
Apa yang membuat Kopi Ijen begitu istimewa hingga menjadi primadona ekspor? Jawabannya terletak pada terroir atau karakter lingkungannya. Tanah vulkanik di kawasan Ijen memberikan nutrisi unik yang menghasilkan profil rasa clean, tingkat keasaman (acidity) yang cerah, serta sentuhan aroma bunga dan rempah yang khas. Terlihat bagaimana ekosistem di lereng Ijen berperan besar. Pohon-pohon penaung yang rimbun menjaga suhu tetap stabil, memungkinkan buah kopi matang perlahan, mengunci rasa manis dan kompleksitas aroma di dalam setiap bijinya.
Red Cherry Java Ijen. (foto/ist)
Perjalanan menuju pasar internasional bukanlah jalan pintas. Di balik secangkir kopi yang dinikmati di kafe-kafe elit Eropa atau Amerika, ada proses melelahkan yang dijaga dengan disiplin tinggi oleh petani lokal Bondowoso.
Kuncinya adalah petik merah. Para petani hanya memanen buah yang benar-benar matang sempurna. Proses ini membutuhkan kesabaran ekstra karena mereka harus menyortir buah satu per satu di pohon. Setelah dipanen, biji kopi harus melewati proses pasca-panen yang presisi – mulai dari fermentasi yang terkontrol hingga penjemuran di atas drying rack agar sirkulasi udara terjaga dan terhindar dari kontaminasi tanah.
“Kami tidak hanya mengejar kuantitas, tapi kualitas yang bicara. Sekali kualitas turun, kepercayaan dunia akan hilang,” tutur Samuel Nababan, Manager java coffee estate.
Keberhasilan menembus pasar global telah mengubah wajah ekonomi di lereng Ijen. Jika dulu kopi hanya dianggap komoditas biasa yang dijual murah ke tengkulak, kini petani mulai memahami nilai dari specialty coffee.
Pemberdayaan melalui koperasi dan kelompok tani membuat mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Kopi Ijen kini tidak lagi dijual dalam bentuk mentah tanpa identitas, melainkan hadir dengan branding yang kuat sebagai produk orisinal Indonesia yang punya gengsi tinggi di mata kolektor kopi dunia.
Kisah Kopi Arabika Ijen adalah bukti nyata bahwa jika alam dirawat dengan baik dan manusia mengolahnya dengan hati, hasilnya akan melampaui ekspektasi. Dari lereng gunung yang sunyi, aroma kopi ini terbang melintasi samudera, membawa nama harum Indonesia ke setiap cangkir para pencinta kopi di seluruh dunia.
Bagi para petani kopi di Ijen, setiap tegukan kopi yang dinikmati orang di luar sana adalah penghargaan atas peluh dan kerja keras mereka dalam menjaga kelestarian bumi Ijen.