Review : The Pyramid (2014)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 7/10
Gara-gara liat trailernya LeeCroninsTheMummy (2026), jadi inget film ini dan menonton ulang The Pyramid (2014). Film horor arkeologi ala The Mummy dengan pendekatan found footage yang sempat populer di era 2010-an. Disutradarai oleh Grégory Levasseur, film ini menawarkan satu ide utama yang sebenarnya menarik. Bagaimana jika piramida Mesir yang terkubur ternyata bukan makam, melainkan penjara?
Kekuatan utama The Pyramid ada pada rasa sesak dan tidak aman. Begitu para karakter masuk ke dalam piramida, film ini berubah menjadi horor klaustrofobik yang efektif, lorong sempit yang memaksa karakter merangkak, kamera goyah khas found footage yang membuat penonton ikut panik dan rasa tersesat tanpa orientasi, seolah piramida ini “hidup”. Adegan-adegan eksplorasi awal cukup sukses membangun rasa penasaran dan ketegangan perlahan, terutama saat peta dan alat navigasi mereka mulai tidak berguna.
Meski tidak sepenuhnya mengandalkan gore berlebihan, The Pyramid tetap menyajikan beberapa adegan yang cukup bikin ngilu, cedera fisik yang terasa “nyata” dan menyakitkan dan kematian mendadak yang tidak diberi waktu untuk emosional langsung brutal dan cepat. Horor film ini lebih condong ke survival horror, di mana rasa takut datang dari keterbatasan ruang dan ketidakberdayaan manusia di hadapan sesuatu yang lebih tua dan lebih kejam.
Akhir kata The Pyramid (2014) adalah film horor dengan ide besar namun eksekusi yang tidak sepenuhnya matang. Ia bekerja cukup baik sebagai tontonan horor ringan dengan atmosfer sesak dan rasa terjebak yang kuat, namun gagal menjadi film horor arkeologi yang benar-benar ikonik.

Sinopsis :
Sekelompok arkeolog menemukan sebuah piramida misterius berbentuk tiga sisi (bukan empat seperti piramida pada umumnya) yang terkubur di bawah pasir gurun Mesir. Tim yang dipimpin oleh Dr. Holden dan putrinya Nora memutuskan untuk masuk sebelum area tersebut ditutup oleh militer akibat konflik politik.
Apa yang awalnya tampak seperti penemuan bersejarah berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka tersesat di dalam struktur yang tidak masuk akal—lorong berubah arah, ruang menyempit, dan sesuatu mulai memburu mereka dari dalam kegelapan.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More