Kata Febri 7/10
Setelah lebih dari dua dekade menjadi ikon budaya pop lintas generasi, SpongeBob SquarePants kembali ke layar lebar lewat film terbarunya, The SpongeBob Movie: Search for SquarePants (2025). Film ini bukan sekadar petualangan konyol penuh tawa, tapi juga terasa seperti surat cinta untuk penggemar lama mereka yang tumbuh bersama SpongeBob sejak era Nickelodeon awal 2000-an.
Berbeda dari film-film sebelumnya yang cenderung fokus pada aksi dan slapstick, film ini memilih pendekatan yang lebih personal, reflektif, dan surprisingly emosional, tanpa kehilangan ciri khas absurditas dunia Bikini Bottom. Lumayan ngakak di beberapa celetukan squidward ataupun patrick.
Yang paling menonjol adalah visual yang indah dan memanjakan mata dengan teknologi animasi 3D yang sangat luar biasa. Tim produksi berhasil mempertahankan estetika khas Bikini Bottom namun memberikan detail tekstur yang lebih tajam dan warna yang sangat hidup. Transisi antara dunia bawah laut dan dunia nyata (live-action) juga dieksekusi dengan sangat mulus, melampaui standar film-film sebelumnya.
Ulasan positif juga menyoroti pesan tentang “pentingnya jati diri”. Film ini mengeksplorasi apa yang membuat SpongeBob menjadi dirinya sendiri, yang memberikan momen emosional yang cukup menyentuh di akhir film, mengingatkan penonton mengapa mereka mencintai karakter ini selama lebih dari 25 tahun. Tapi karakter Squidward Tentacles tetap menjadi representasi paling akurat bagi penonton dewasa yang merasa “lelah dengan kehidupan”. Squidward Tentacles adalah aku.

Sinopsis :
Menceritakan perjalanan SpongeBob yang bertekad untuk membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang dewasa dan pemberani kepada Tuan Krabs. SpongeBob merasa tidak percaya diri setelah menyadari bahwa meskipun tubuhnya sudah cukup tinggi untuk menaiki roller coaster ekstrem, ia masih belum memiliki keberanian untuk melakukannya. Demi membuktikan nyalinya, SpongeBob secara tidak sengaja memanggil The Flying Dutchman (diisi suara oleh Mark Hamill). Dutchman berjanji akan mengubah SpongeBob menjadi pria tangguh, namun sebenarnya ia memiliki rencana terselubung: mencari jiwa yang polos untuk membantunya memecahkan kutukan kuno yang membelenggu kapal hantunya.