Inovasi Mobil Hemat Energi, ITS Kuasai 3 Kategori Utama di SEM 2026

Oleh A. Purwo Aji

Antasena ITS di lintasan Shell Eco-marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 Qatar. (foto/dok.ITS)

KATAMEREKA;Surabaya – Ekosistem riset kendaraan hemat energi Indonesia kembali mencapai milestone tertingginya. Dalam ajang bergengsi Shell Eco-marathon (SEM) 2026 yang digelar di Sirkuit Internasional Lusail, tiga tim andalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses melakukan sapu bersih podium di berbagai kategori utama.

Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan di lintasan, melainkan bukti nyata keberhasilan integrasi antara advanced engineering, manajemen data, dan optimasi powertrain yang dilakukan secara masif oleh talenta muda tanah air.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun 2026 menjadi saksi bagaimana ITS melakukan scaling inovasi pada tiga platform energi berbeda:

Tim Sapuangin (UrbanConcept – Internal Combustion Engine): Sang veteran yang terus melakukan iterasi pada efisiensi termal mesin.

Tim Antasena (Prototype – Hydrogen Fuel Cell): Garda depan dalam riset energi masa depan yang berfokus pada emisi nol.

Tim Antasena ITS di lintasan Shell Eco-marathon Asia Pacific and the Middle East 2026 Qatar. (foto/dok.ITS)

Tim Nakoela (Prototype – Battery Electric): Spesialis efisiensi listrik yang mengandalkan optimasi Battery Management System (BMS).

Kemenangan ini menegaskan bahwa prototipe yang dikembangkan mahasiswa ITS memiliki durabilitas tinggi dalam menghadapi kondisi ekstrem, mengingat suhu dan tantangan teknis di sirkuit Qatar yang sangat menuntut performa puncak dari sistem pendinginan dan aerodinamika kendaraan.

Bagi para tech enthusiast dan pelaku industri otomotif, keberhasilan ini adalah sinyal bahwa Indonesia memiliki suplai talenta yang siap mengeksekusi transisi energi global. Dari penggunaan material komposit ringan hingga algoritma penghematan daya, teknologi yang dipamerkan di Qatar ini adalah prototipe bagi transportasi masa depan yang lebih hijau.

Dengan perolehan trofi ini, ITS tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pengembangan teknologi sustainable mobility di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More