KATAMEREKA: SURABAYA, Gaya hidup kaum urban Surabaya di awal 2026 mengarah pada detail-detail kecil yang menunjukkan karakter pribadi. Perhiasan jenis stacking (menumpuk beberapa perhiasan tipis) menjadi tren yang sangat dominan. Di pusat perbelanjaan seperti Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza, gerai perhiasan mulai menawarkan layanan kustomisasi agar setiap tumpukan cincin atau kalung memiliki cerita unik dari pemakainya.
Tren ini menunjukkan bahwa wanita (dan pria) Surabaya lebih menghargai aspek seni dan personalisasi dibandingkan ukuran perhiasan yang besar namun pasaran.
“Tren stacking di Surabaya tahun ini mencerminkan dinamika masyarakatnya yang aktif namun tetap ingin terlihat elegan dalam situasi apa pun, dari kantor hingga acara gala. Perhiasan dengan material rose gold dan white gold paling banyak diminati karena netral untuk berbagai warna kulit. Ini bukan soal pamer kekayaan, tapi soal bagaimana seseorang menyusun identitas visual mereka secara rapi dan profesional,” kata Diana Kusuma Atmaja, perwakilan manajemen sebuah butik perhiasan eksklusif di Surabaya.