May Day: Buruh Curhat, Syarat Kerja Makin Aneh

Oleh Didit

KATA MEREKA: SURABAYA, Pada peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day 2025 di Jawa Timur, Surabaya bakal jadi hot spot. Jangan kaget kalau jalanan agak macet, soalnya sekitar 10 ribu buruh dari berbagai penjuru Jatim siap turun aksi buat nyuarain aspirasi mereka. Mulai dari masalah kerjaan sampai pendidikan, semuanya bakal diangkat.

Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Jazuli, udah kasih bocoran nih. Katanya, “Estimasi massa yang ikut demo bisa sampai 10 ribu orang,” Mereka ini gabungan dari FSPMI dan aliansi Gerakan Serikat Pekerja (GASPER) Jawa Timur, datang dari Surabaya sendiri, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Probolinggo, sampai Banyuwangi.

Catat ya, guys, titik kumpul pertama jam 11 siang sampai 12 siang buat ishoma ada di dua tempat yakni depan Royal Plaza di Jalan Frontage Ahmad Yani, dan depan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Nah, habis itu, sekitar jam 1 siang sampai 2 siang, mereka bakal bergerak menuju kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan. Rutenya lumayan panjang nih: Jalan A. Yani – Wonokromo – Raya Darmo – Urip Sumoharjo – Basuki Rahmat – Embong Malang – Blauran – Bubutan – Kebon Rojo – Pahlawan. Jadi, Siap-siap aja kalau lewat jalan itu ya.

Selain aksi turun ke jalan, ada juga nih curhatan dari kalangan buruh soal syarat kerja yang makin nggak masuk akal. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirat, sampai angkat bicara.

“Sekarang ini banyak banget syarat aneh di lowongan kerja. Pekerja yang kena PHK umur 35-40 tahun, masih produktif banget, eh nggak bisa masuk lagi karena lowongannya minta yang umurnya 19-21 tahun, harus menarik penampilannya, tinggi badannya harus sekian. Kadang nggak nyambung sama kerjaannya,” ujar Mirah dengan nada heran.

Nggak cuma soal syarat kerja, perkembangan teknologi kayak Artificial Intelligence (AI) juga bikin buruh waswas. Banyak yang khawatir AI bakal menggantikan posisi mereka. Pemerintah dituntut buat mikirin solusi buat masalah ketenagakerjaan di era AI ini.

“Kalau pemerintah nggak hati-hati, bisa banyak banget buruh yang kena PHK karena rata-rata lulusan SD dan SMP. Harus cepet dicarikan solusi, kasih pelatihan biar mereka nggak kalah sama digitalisasi, robotisasi,” tegas Mirah.

Menurut Mirah, biar bisa mewujudkan semua tuntutan itu, buruh pengen banget ada Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, yang sesuai sama perkembangan jaman. Apalagi Mahkamah Konstitusi (MK) juga udah kasih lampu hijau buat perubahan ini.

“Ini kesempatan emas buat masukin pasal-pasal baru yang sesuai sama perkembangan industri sekarang. Pekerja gig economy juga harus dilindungi di UU yang baru,” pungkas Mirah.

Di tahun 2025 ini, kondisi buruh di Jawa Timur diwarnai beberapa dinamika penting yakni adanya ancaman PHK. Kekhawatiran akan PHK akibat otomatisasi dan digitalisasi industri menjadi isu krusial. Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Jatim diprediksi positif, sektor-sektor tertentu berpotensi mengalami pengurangan tenaga kerja karena adopsi teknologi baru.

Tuntutan kenaikan upah dan perbaikan kesejahteraan masih menjadi agenda utama serikat pekerja. Meskipun UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) di Jatim mengalami penyesuaian setiap tahunnya, kalangan buruh menilai kenaikan tersebut belum sebanding dengan biaya hidup yang terus meningkat.

Seperti yang diungkapkan ASPIRASI, kondisi pekerja Indonesia saat ini diperparah dengan berbagai persyaratan kerja yang tidak relevan dan diskriminatif yang menjadi batu sandungan yang cukup besar bagi pekerja usia produktif untuk kembali ke pasar kerja. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja berpengalaman.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan berbagai pihak terkait terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan dan upskilling. Hal ini penting untuk menjawab tantangan perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin spesifik.

Secara keseluruhan, kondisi buruh di Jawa Timur tahun 2025 menunjukkan adanya perpaduan antara tantangan struktural dan harapan akan perbaikan melalui regulasi yang lebih adil dan program peningkatan kompetensi. Aksi May Day ini menjadi momentum penting bagi buruh untuk menyuarakan aspirasi mereka dan mendorong perubahan yang lebih baik di dunia ketenagakerjaan dimasa mendatang, semoga.

 

 

 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More