Whip Pink Viral di Medsos, Kepala BNN Soroti Bahaya Hirup Gas di Dalamnya: Bisa Fatal!

Oleh A. Purwo Aji

Whip Pink. (Dok. Ist)

KATAMEREKA –  Media sosial belakangan ini diramaikan oleh tren penggunaan produk bernama Whip Pink. Produk yang sekilas terlihat seperti tabung pembuat krim kocok (whipped cream) berwarna merah muda ini viral karena disalahgunakan oleh sebagian kalangan untuk mendapatkan efek mabuk instan.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memberikan peringatan keras mengenai bahaya menghirup gas yang terkandung di dalam tabung tersebut.

Sebenarnya, tabung tersebut berisi Nitrous Oxide (N2​O), yang dalam industri kuliner digunakan sebagai pendorong gas untuk membuat whipped cream. Namun, di media sosial, banyak konten memperlihatkan orang menghirup gas tersebut secara langsung menggunakan balon atau langsung dari moncong tabung. sebuah praktik yang dikenal dengan istilah nge-fly menggunakan gas tawa.

Kepala BNN menegaskan bahwa meskipun N2​O memiliki kegunaan medis, penyalahgunaannya di luar pengawasan tenaga medis sangat berbahaya.

Kami memantau tren ini di media sosial. Gas di dalam tabung tersebut bukan untuk dihirup secara bebas. Dampaknya bisa merusak sistem saraf pusat hingga menyebabkan henti jantung, ujar Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.

width=548Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. (foto/ist)

Penyalahgunaan gas N2​O atau Whip Pink ini memiliki risiko kesehatan yang tidak main-main, di antaranya kekurangan oksigen dalam otak yang dapat menyebabkan pingsan seketika, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi Vitamin B12 akut yang berujung pada kelumpuhan, halusinasi dan disorientasi efek euforia sesaat diikuti oleh hilangnya kendali diri serta risiko gagal napas atau serangan jantung akibat tekanan gas yang ekstrem.

BNN kini tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Kementerian Kesehatan untuk memperketat pengawasan peredaran tabung gas portabel ini agar tidak mudah diakses oleh remaja atau disalahgunakan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak ikut-ikutan tren yang membahayakan nyawa hanya demi konten atau sensasi sesaat.

Jangan sampai rasa penasaran berujung pada penyesalan seumur hidup, pungkas Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More