KATAMEREKA, Bogor – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan peringatan keras kepada jajaran elit dan pimpinan lembaga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center, Senin 2/2/2026.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya integritas pemimpin dalam mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan rakyat dan menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik korupsi.
Presiden Prabowo menyoroti bahwa masih banyak elit di berbagai tingkatan baik politik, akademis, maupun militer yang belum maksimal dalam menjalankan tugas menjaga kekayaan bangsa. Ia secara khusus menyinggung pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di masa lalu yang dianggapnya tidak efisien karena terlalu banyak anak perusahaan yang sulit diawasi.
“Pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enak kau, siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” tegas Presiden Prabowo dalam taklimatnya.
Beliau menambahkan bahwa tindakan tegas ini bukan sekadar ancaman lisan, melainkan langkah nyata untuk menyelamatkan aset negara. Prabowo mengingatkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. Ia mengajak seluruh pejabat untuk membulatkan tekad membenahi diri dan lingkungan kerja masing-masing.
“Saya paling kasihan kalau melihat ada tokoh atau kawan yang diborgol pakai baju oranye. Sekarang ini sudahlah, macam-macam ada digital, semua susah disembunyikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan bahwa kunci utama tata kelola negara yang bersih terletak pada penguatan integritas kepemimpinan yang jujur dan adil guna memenuhi keinginan rakyat akan pemimpin yang tidak hanya mementingkan pribadi atau kelompok tertentu.
Sementara itu, dalam laporan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahwa Rakornas ini dihadiri oleh 4.011 peserta, termasuk kepala daerah, pimpinan DPRD, hingga jajaran TNI/Polri dan Kejaksaan dari seluruh Indonesia. Salah satu sesi khusus dalam Rakornas ini memang difokuskan pada penegakan hukum yang melibatkan Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua KPK guna mengawal program strategis nasional.
Menutup taklimatnya, Presiden mengajak kepada seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang partai politik, untuk bersatu melawan kemiskinan dan menjaga kekayaan Indonesia dari kebocoran.