KATAMEREKA,Jember – Dunia pendidikan di Kabupaten Jember kembali diguncang isu tidak sedap. Seorang guru kelas 5 di SDN Jelbuk 02 diduga melakukan tindakan di luar batas dengan menelanjangi siswanya pada Jumat 7/2/2026. Insiden ini memicu kemarahan wali murid dan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menanggapi peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember bergerak cepat dengan menarik guru yang bersangkutan dari sekolah dan menurunkan tim untuk memulihkan psikologis para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arif Tjahyono, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan sementara, tindakan tersebut dilakukan karena sang guru merasa kehilangan uang di lingkungan sekolah.
”Sebetulnya disebabkan oleh terlalu overreaktifnya beliau terhadap suatu permasalahan. Beliau merasa kehilangan sesuatu, dan menurut pengakuannya, itu bukan yang pertama kalinya terjadi,” ujar Arif Tjahyono, Rabu 11/2/2026.
Arif juga menambahkan bahwa kondisi kesehatan guru tersebut sedang tidak optimal, yang diduga mempengaruhi stabilitas emosinya saat kejadian.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arif Tjahyono. (Foto/ist)
Untuk meredam ketegangan antara pihak sekolah dengan wali murid, Dispendik memutuskan untuk memindahkan tugas guru tersebut ke kantor dinas guna pembinaan lebih lanjut.
”Untuk sementara guru ini, sesuai permintaan wali murid, kita tarik dulu ke dinas agar suasana betul-betul reda dan tidak ada konflik lagi di sana. Kami harus bertindak profesional sesuai SOP yang berlaku,” tegas Arif.
Menyadari dampak psikologis yang mungkin dialami oleh para siswa, Dispendik menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan sesi trauma healing.
”Tadi pagi teman-teman Dinas Pendidikan kembali ke sekolah bersama tim dari KPAI untuk melakukan trauma healing. Tujuannya agar adik-adik siswa ini tidak mengalami rasa trauma yang terlalu mendalam,” lanjutnya.
Arif Tjahyono juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para wali murid atas ketidaknyamanan dan kejadian yang tidak pantas tersebut. Ia berjanji akan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada tenaga pendidik di Jember agar lebih sabar dan tidak bersikap reaktif dalam menghadapi persoalan di sekolah.