KATAMEREKA – Kanal YouTube resmi Desa Loceret baru-baru ini menjadi sorotan setelah mengunggah video penyampaian surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Video tersebut mengungkap adanya kegelisahan mendalam di tingkat akar rumput terkait rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam aksi penyampaian surat terbuka yang dilakukan pada 10/02/2026 tersebut, perwakilan petani menyampaikan bahwa mereka sama sekali tidak menolak kehadiran koperasi tersebut. Sebaliknya, mereka melihatnya sebagai peluang besar bagi perekonomian desa.
”Kami tidak menolak. Bahkan kami sangat mendukung program dari Bapak Presiden yang bertujuan untuk menyejahterakan warga masyarakat serta menggerakkan perekonomian di desa-desa,” ujar perwakilan petani dalam pembacaan surat tersebut.
Ada hal yang harus dipahami dalam tayangan video tersebut. Secara tersirat masyarakat tani Loceret mengkritik pemilihan lokasi yang terkesan dipaksakan dan kurang mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya penempatan gedung KDMP di tengah area persawahan produktif dengan akses jalan buntu yang hanya selebar 2,3 meter.
”Letak lahan pertanian yang rencananya akan didirikan Koperasi Merah Putih menurut kami sangatlah tidak strategis dikarenakan beberapa alasan… berada di tengah-tengah area persawahan, jalan buntu, dan jalan itu merupakan satu-satunya akses bagi kegiatan pertanian,” terang perwakilan tani Loceret.
Hal ini memunculkan kesan bahwa proyek ini terkesan asal jadi tanpa pengkajian teknis dan kordinasi yang matang dengan warga dan Pemdes selaku pemangku wilayah.

Titik lokasi pembangunan KDMP di Desa Loceret yang masih berupa lahan pertanian produktif. (Foto/capture YouTube Desa Loceret)
Para petani ini berharap pembangunan tersebut tidak mengorbankan lahan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga. Mereka juga mengusulkan agar gedung Koperasi Desa Merah Putih dibangun di atas lahan milik negara yang lebih representatif.
”Apabila diizinkan kami mengusulkan pembangunan gedung Koperasi Merah Putih dibangun di atas lahan perkarangan milik Kantor Dinas Pertanian Kecamatan Loceret yang merupakan aset pemerintah Kabupaten Nganjuk,” tutur mereka dalam poin usulan.
Di balik permohonan tersebut, terselip apresiasi besar kepada Presiden Prabowo. Para petani mengaku merasakan dampak nyata dari kebijakan pemerintah, terutama terkait kenaikan harga hasil panen yang sangat membantu kesejahteraan mereka.
”Di era pemerintahan Bapak Haji Prabowo Subianto harga panen padi dan jagung sangat meningkat. Hal ini menjadi semangat kami para petani untuk lebih giat dalam bertani,” tegas mereka sebagai ungkapan terima kasih.
Aspirasi para petani ini menjadi pengingat penting bagi pihak-pihak pelaksana di lapangan agar tidak sekedar menggugurkan kewajiban dalam melaksanakan program prioritas nasional, tetapi harus benar-benar melakukan koordinasi yang baik dan matang demi manfaat dan kebutuhan jangka panjang rakyat.