KATAMEREKA – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan saran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa untuk lebih berfokus pada mitigasi dampak ekonomi yang diakibatkan oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Sarmuji menekankan pentingnya mengantisipasi tekanan ekonomi yang bisa muncul dari ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurut Sarmuji, situasi geopolitik saat ini memiliki potensi besar untuk menekan perekonomian Indonesia. Hal ini terutama dipicu oleh kenaikan harga energi dunia serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
“Fokus saja pada tugas utama dari Kementerian Keuangan. Baru mikir yang lain, mikir yang lain, mikir MBG (Makan Bergizi Gratis),” tegas Sarmuji dalam keterangannya 11/3/2026.
Sarmuji menilai bahwa pembahasan mengenai efisiensi program lain, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), belum saatnya menjadi fokus utama bagi Kementerian Keuangan di tengah ketidakpastian global ini.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa sempat menyinggung adanya kemungkinan melakukan efisiensi pada komponen tertentu dalam Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini dipertimbangkan jika tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat tajam akibat lonjakan harga minyak dunia sebagai dampak dari konflik internasional.