Kata Mereka – Kompetisi UEFA Europa League musim 2025/26 resmi memasuki fase knock-out, menandai dimulainya babak penentuan dalam perburuan gelar juara kasta kedua Eropa. Setelah rangkaian pertandingan fase liga yang berlangsung sengit, puluhan klub kini harus menghadapi tekanan lebih besar karena setiap laga dapat menentukan nasib mereka di kompetisi ini.
Sebanyak 24 tim berhasil melangkah ke fase gugur. Delapan klub dengan peringkat terbaik di klasemen fase liga memastikan tiket langsung ke babak 16 besar. Sementara itu, 16 tim lainnya harus melalui jalur knock-out play-offs untuk memperebutkan delapan slot tersisa. Format ini membuat persaingan semakin kompetitif, karena tim-tim yang lolos tidak hanya mengandalkan nama besar, tetapi juga konsistensi performa.

Sejumlah klub ternama Eropa masih bertahan dalam perburuan trofi. Tim-tim seperti Aston Villa, Real Betis, Lyon, AS Roma, dan Freiburg menunjukkan performa stabil sepanjang fase liga. Mereka dinilai memiliki modal kuat untuk melangkah jauh, baik dari segi kualitas skuad maupun pengalaman berlaga di kompetisi Eropa. Di sisi lain, beberapa klub yang lolos melalui jalur play-offs juga berpotensi memberi kejutan, terutama tim dengan gaya bermain agresif dan kolektivitas tinggi.
Babak knock-out play-offs akan dimainkan dengan sistem dua leg, kandang dan tandang. Situasi ini menuntut setiap tim untuk tampil disiplin dan efektif, karena margin kesalahan sangat tipis. Ketajaman lini depan dan solidnya pertahanan menjadi faktor krusial, terutama saat bertanding di kandang lawan yang dikenal memiliki atmosfer kuat.
Memasuki fase gugur, jadwal padat menjadi tantangan tersendiri. Banyak klub yang masih terlibat dalam persaingan di liga domestik maupun turnamen nasional, sehingga rotasi pemain menjadi hal tak terelakkan. Pelatih dituntut piawai dalam mengatur strategi agar tim tetap kompetitif di semua ajang.
UEFA telah menetapkan bahwa laga final Europa League musim ini akan digelar di Istanbul pada Mei 2026. Stadion megah di kota tersebut akan menjadi saksi tim terbaik yang mampu bertahan dari ketatnya fase knock-out. Selain trofi, gelar juara Europa League juga membuka jalan menuju Liga Champions musim berikutnya, menjadikannya target prestisius bagi seluruh peserta.
Dengan atmosfer kompetisi yang semakin panas, fase knock-out Europa League dipastikan menghadirkan drama, kejutan, dan pertarungan sengit antar klub Eropa hingga akhir musim.