Kata Mereka – Persaingan menuju zona Liga Champions di Premier League musim ini kian memanas. Memasuki fase krusial kompetisi, peta kekuatan mulai terlihat jelas, meski persaingan empat besar masih sangat terbuka. Manchester City dan Arsenal berada di posisi paling menguntungkan, sementara Manchester United harus bekerja ekstra keras untuk menjaga asa tampil di Liga Champions musim depan.
Manchester City kembali menunjukkan mental juara yang sulit ditandingi. Dengan pengalaman panjang di level elite Eropa dan kedalaman skuad yang mumpuni, tim asuhan Pep Guardiola dinilai hampir pasti berada di empat besar hingga akhir musim. Konsistensi permainan, rotasi pemain yang efektif, serta kemampuan mengunci laga-laga penting membuat City menjadi favorit utama.
Situasi serupa juga dialami Arsenal. The Gunners tampil relatif stabil sepanjang musim dan mampu menjaga performa di tengah jadwal padat kompetisi domestik maupun Eropa. Meski masih ada tantangan berupa cedera dan rotasi pemain, Arsenal dinilai memiliki fondasi permainan yang cukup solid untuk mempertahankan posisi di papan atas.

Di sisi lain, Manchester United berada dalam posisi yang lebih rawan. Setan Merah memang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan lewat kemenangan penting atas rival-rival besar, namun masalah inkonsistensi masih menjadi kendala utama. Performa MU sering kali naik turun, terutama saat menghadapi tim papan tengah dan bawah, yang justru menjadi faktor penentu dalam perburuan poin.
Tottenham Hotspur dan Aston Villa juga tak bisa dipandang sebelah mata. Spurs tampil agresif dengan gaya bermain menyerang, namun masih kerap kehilangan poin di momen krusial. Sementara Aston Villa menjelma menjadi kuda hitam, terutama berkat kekuatan mereka saat bermain di kandang, meski konsistensi tandang masih menjadi pekerjaan rumah.
Secara realistis, ambang batas aman untuk mengamankan tiket Liga Champions berada di kisaran 68 hingga 72 poin. Artinya, setiap hasil imbang atau kekalahan di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan akan berdampak besar pada klasemen akhir. Selain faktor teknis, kondisi cedera pemain, jadwal padat, hingga keputusan wasit juga berpotensi memainkan peran krusial.
Dengan sisa musim yang masih panjang dan jadwal padat menanti, perebutan tiket Liga Champions dipastikan berlangsung sengit hingga pekan-pekan terakhir. Keunggulan tipis bisa berubah drastis, dan hanya tim yang paling konsisten serta kuat secara mental yang mampu mengamankan tempat di kompetisi elite Eropa.