Review : Marrowbone (2017)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 8/10

Film horor psikologis asal Spanyol dengan judul El Secreto de Marrowbone. Mengingatkan akan The Others (2001) sehingga ending yang diharapkan tidak terlalu memiliki efek kejut, terutama karena petunjuk yang diberikan cukup jelas di paruh pertama film. Ini bisa sedikit mengurangi dampak kejutan bagi yang sudah akrab dengan film serupa.

Dengan tema keluarga, trauma, dan pengorbanan, menjadikan film ini lebih dari sekadar horor biasa. Jadi bila dibandingkan dengan The Others lebih unggul sebagai film horor murni, tetapi Marrowbone lebih menyentuh sebagai drama keluarga.

Bila dipikir-pikir lagi jalan cerita film ini tekniknya mirip dengan pendekatan dalam Fight Club (1999) atau Shutter Island (2010), di mana narator yang tidak dapat dipercaya dalam memandu cerita, kalo di film ini adalah Jack.

Yang menjadi salah satu clue di film ini adalah cermin yang ditutupi. Salah satu aturan aneh di rumah Marrowbone adalah bahwa semua cermin harus ditutup kain. Secara naratif, ini dijelaskan sebagai cara untuk mengusir “hantu.” Namun, secara simbolis, ini bisa diartikan sebagai cara Jack menghindari melihat dirinya sendiri, karena melihat pantulan mungkin akan menghancurkan delusinya (misalnya, ia akan melihat bahwa ia sendirian).

Film ini membuktikan bahwa horor tidak selalu harus bergantung pada jumpscare, tetapi bisa dibangun melalui misteri, atmosfer, dan kedalaman karakter. Kelebihannya terletak pada plot twist yang menyayat hati, akting yang kuat, dan sinematografi yang indah.

 

Sinopsis :

Berlatar tahun 1968, mengisahkan perjuangan empat bersaudara Jack (George MacKay), Billy (Charlie Heaton), Jane (Mia Goth), dan Sam (Matthew Stagg) yang pindah dari Inggris ke rumah tua terpencil di pedesaan Maine, Amerika Serikat, bersama ibu mereka, Rose (Nicola Harrison). Mereka melarikan diri dari masa lalu kelam yang melibatkan ayah mereka, Simon Fairbairn, seorang penjahat kejam. Setelah ibu mereka meninggal karena sakit, keempat saudara ini menyembunyikan kematiannya untuk mencegah rumah warisan ibu mereka diambil dan agar mereka tidak dipisahkan

 

 

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More