Review : Tron: Ares (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 7/10

Film ini menjadi bab berikutnya dari eksperimen panjang waralaba Tron—yang terkenal dengan estetika neon futuristik, konsep eksistensial tentang AI, serta hubungan unik manusia dan program digital. Film ini disutradarai oleh Joachim Rønning dan dibintangi oleh Jared Leto sebagai Ares, sebuah program yang diciptakan untuk misi berbahaya yaitu menyeberang dari The Grid ke dunia nyata sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil ataupun terlarang.

Sama seperti pendahulunya, Tron: Ares tampil memukau secaravisual. Palet neon biru-merah, desain kendaraan futuristik, hingga arsitektur digital yang terinspirasi bio-komputer menjadikannya salah satu film dengan estetika paling menonjol tahun ini. Gerakan kamera lebih dinamis dibanding Legacy. Efek pencahayaan yang memanfaatkan teknologi LED volume dan tracing camera menghadirkan dunia yang terasa lebih “hidup”. Adegan combat mendapatkan koreografi baru yang lebih agresif dan akrobatik. Bagi pecinta visual sci-fi, ini adalah surga.

Meski begitu film ini di anggap gagal dipasaran, entah kenapa rasanya filmnya Jared Leto selalu gagal. Tron: Ares gagal bukan karena idenya buruk, melainkan karena terlalu ingin melakukan banyak hal, tetapi tidak mampu merangkainya menjadi satu narasi solid. Visualnya memanh spektakuler, tetapi cerita, pacing, dan pengembangan karakter tidak cukup kuat untuk menahannya. Hasil akhirnya adalah film yang cantik, tetapi kosong dan tidak memuaskan baik penggemar Tron lama maupun penonton baru.

 

Sinopsis :

Ares, program AI canggih dari dunia digital “The Grid”, yang dikirim ke dunia nyata dalam misi berbahaya, menandai kontak langsung pertama manusia dengan AI sadar diri; ia harus mencari “Permanence Code” warisan Kevin Flynn untuk bertahan lebih dari 29 menit, tetapi interaksi dengan CEO ENCOM, Eve Kim, membuatnya mempertanyakan identitas dan kesetiaannya, membentuk aliansi tak terduga untuk menghadapi Julian Dillinger dan menjaga keseimbangan antara dunia digital dan manusia

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More