Review : Kombucha (2025)

Oleh Febrian Issana

Kata Febri 7/10

Sebagai penikmat minuman probiotik kombucha, maka wajib hukumnya untuk meninton film ini. Di saat film horor modern sering dipenuhi remake dan jump scare murahan, “Kombucha” (2025) muncul sebagai kejutan segar dari ranah film indie. Film horor-komedi satir ini berhasil meramu tiga elemen yang jarang bisa menyatu tanpa saling tumpang tindih yakni body horror, komedi gelap, dan kritik korporat tentang tekanan kerja

Mengisahkan tentang minuman kombucha yang secara harfiah membuat karyawan ‘bekerja sampai mati’ dan berubah menjadi makhluk aneh, mengeksplorasi tekanan kerja dan kepatuhan korporat.

Ada rasa familiar yang mendalam dalam situasi Luke sebagai seorang kreatif yang harus memulai pekerjaan kantoran karena kebutuhan finansial. Menyaksikan dia menjalani ritual aneh Symbio, termasuk memukul gong untuk melambangkan proyek yang sangat sukses, terasa menggelikan sekaligus sangat masuk akal.

Kombucha yang menjadi judul film ini adalah jantung dari kengerian film tersebut, dan sipembuat film menggunakan beberapa visual indah dari minuman itu dari jarak dekat sebagai kredit pembuka. Tidak sulit untuk menebak bahwa ada sesuatu yang salah dengan kombucha tersebut, mengingat kombucha ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pekerja menjadi versi terbaik dari diri mereka. Tetapi keseruan Kombucha terletak pada upaya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di kantor Symbio. Di sinilah letak kekuatan film ini, dalam penggunaan body horor seperti ruam lengket di lengan Rachel dan Luke, efek samping mengerikan yang dialami Luke saat pertama kali minum kombucha, kemunculan tiba-tiba tentakel kecil dari hidung Kelsey. Semua kejutan singkat dan tajam ini membangun ketegangan hingga membentuk Kombucha. menjadi satire yang tajam tentang kengerian budaya korporat. Dan meskipun tidak selalu efektif, film ini tetap sangat menghibur dan akan membuat enggan minum kombucha untuk sementara waktu.

 

Sinopsis :

Luke bergabung dengan perusahaan teknologi Symbio yang menawarkan “Kombucha” kantor untuk meningkatkan produktivitas. Namun, minuman itu memiliki efek samping aneh, mengubah rekan kerja menjadi patuh ekstrem, obsesif, dan bahkan fisik mereka berubah, memaksa Luke mengungkap konspirasi di balik minuman dan perusahaan.

Anda mungkin juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda, menampilkan konten yang relevan, serta menganalisis lalu lintas situs. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookie sesuai dengan kebijakan privasi kami. Accept Read More