KATAMEREKA: BANGKALAN sedang naik daun. Kamis (4/12/2025), gedung Rato Ebuh tampak lebih sibuk dari biasanya. Bukan tanpa alasan pasalnya Roadshow Klinik Investasi Keliling (KLIK) yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur menghadirkan lebih dari 90 pengusaha dari berbagai daerah, termasuk sejumlah perusahaan asing yang mengikuti acara secara luring dan daring.
Atmosfernya jelas bahwa Bangkalan sedang bergerak menjadi pemain baru dalam peta investasi Jawa Timur.
Kepala DPMPTSP Jatim, Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, menegaskan bahwa roadshow kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya serius mendorong penguatan branding daerah. Menurutnya, Bangkalan memiliki paket lengkap yakni berupa lokasi strategis, infrastruktur yang terus berkembang, serta potensi ekonomi yang belum sepenuhnya digarap.

“Kesiapan daerah adalah kunci. Bangkalan ini potensinya besar dan harus ditampilkan dengan cara yang tepat agar makin kompetitif di level nasional maupun global,” ujar Dyah dalam dialog bersama pelaku usaha, DPRD Jatim, dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Ia menyebut potensi kemaritiman, industri maritim dan galangan kapal, kawasan industri di kaki Jembatan Suramadu, Labang, Socah, hingga Kawasan Khusus Madura (KKM) Kelampis, sebagai sektor yang paling mencuri perhatian investor asing. Bahkan sejumlah perusahaan seperti Korea Trade Agency dan China Construction telah meminta dokumen wilayah yang lebih clean and clear sebagai dasar penjajakan kerja sama.
Di tengah antusiasme itu, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Mohammad Nasih Aschal, memberikan sinyal positif. Ia menyampaikan bahwa geliat investasi di Bangkalan sudah terasa, terbukti dari masuknya beberapa investor yang mulai melakukan penjajakan lapangan. “Bangkalan ini ramah, mudah, dan menguntungkan bagi investor. Respons pelaku usaha sangat kuat dan hari ini kita melihat prosesnya berjalan bertahap,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Mohammad Nasih Aschal, memberikan Penjelasan terkait potensi ekonomi di Bangkalan
Nasih menekankan bahwa investasi yang masuk harus tetap profit oriented, namun tetap memberi dampak langsung kepada warga. “Harus ada simbiosis yang jalan. Investor untung, masyarakat juga merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa BUMD, baik milik provinsi maupun kabupaten, mesti bertransformasi. Menurutnya, era mengandalkan penyertaan modal pemerintah sudah lewat; sekarang BUMD harus agresif membangun kemitraan dengan dunia usaha agar lebih kompetitif dan berkontribusi signifikan terhadap PAD.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut baik langkah DPMPTSP Provinsi Jawa Timur yang menjadikan Bangkalan sebagai salah satu titik strategis roadshow investasi. Dengan adanya penguatan branding daerah dan dukungan legislatif, ia optimistis Bangkalan bisa menjadi destinasi investasi baru di Jawa Timur.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim Saat memberikan pemaparan
“Kami ingin Bangkalan menjadi tujuan investasi berikutnya. Dukungan provinsi dan DPRD membuat langkah kami semakin komplet,” tutur Lukman.
Meski transfer pusat mengalami pengurangan, Nasih menilai kondisi ini justru momentum bagi daerah untuk berinovasi. Menurutnya, Bangkalan harus kreatif memperkuat pendapatan asli daerah, membuka peluang baru, dan mempererat kolaborasi lintas sektor.
Acara KLIK hari itu ditutup dengan pemaparan peluang investasi dan sesi diskusi intensif bersama para pengusaha. Suasananya menunjukkan satu hal yaitu Bangkalan sedang membuka pintu lebar-lebar. Dan jika sinergi antara provinsi, kabupaten, swasta, dan BUMD berjalan mulus, maka 2026 bisa menjadi tahun di mana Bangkalan menetapkan dirinya sebagai gerbang ekonomi baru Madura.