KATAMEREKA: Banyuwangi, Di bawah langit Banyuwangi yang tak selalu bersahabat akhir-akhir ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 harus berjalan aman, nyaman, dan penuh kenangan indah bagi wisatawan yang akan berkunjung ke bumi blambangan. Rabu (14/12/2025) pagi, jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi turun langsung ke lapangan. Pantai GWD di Kecamatan Wongsorejo menjadi salah satu titik yang ditinjau. Destinasi ini bukan tanpa alasan. Setiap musim libur panjang, pantai yang berada di pintu masuk Banyuwangi dari sisi utara itu selalu menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami ingin memastikan semua destinasi siap menerima lonjakan pengunjung, apalagi cuaca saat ini cukup ekstrem,” ujar Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, di sela peninjauan.
Sambil mengecek kebersihan kawasan, fasilitas umum, hingga kesiapan petugas, Taufik juga melihat langsung progres pembangunan infrastruktur baru. Di GWD, sejumlah fasilitas penunjang terus dikebut, mulai dari pemecah ombak, tangkis air, hingga kolam labuh kapal wisata. Penambahan ini diharapkan tak hanya menambah kenyamanan, tetapi juga meningkatkan rasa aman pengunjung.
Langkah cepat Pemkab Banyuwangi tak berhenti pada peninjauan fisik. Untuk memastikan kesiapan berjalan seragam di seluruh wilayah, pemerintah daerah menerbitkan Surat Edaran tentang Persiapan libur Natal dan Tahun Baru pada Destinasi Wisata dan Hotel di Kabupaten Banyuwangi.
Surat edaran tersebut menjadi panduan wajib bagi 141 destinasi wisata di Bumi Blambangan, baik yang dikelola swasta maupun Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Prinsip Sapta Pesona dan CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) menjadi roh utama dalam penyelenggaraan pariwisata selama masa libur panjang. Dalam SE itu, pengelola destinasi diwajibkan menerapkan standar nasional pengelolaan wisata, menjalankan SOP dan K3 secara konsisten, hingga melakukan perawatan berkala seluruh fasilitas. Mitigasi bencana pun menjadi perhatian serius, termasuk penyiapan jalur evakuasi, titik kumpul, serta petugas tanggap darurat.
Tak hanya soal keamanan, Pemkab Banyuwangi juga mendorong kolaborasi dengan UMKM lokal agar geliat ekonomi masyarakat ikut tumbuh seiring ramainya wisatawan. Di sisi lain, pengelola diminta bijak mengelola daya tampung destinasi, mengendalikan jumlah kendaraan, serta menyediakan fasilitas dasar seperti toilet, tempat sampah, pusat informasi, hingga lahan parkir yang aman.
Dengan kesiapan yang matang dan aturan yang jelas, Pemkab Banyuwangi berharap setiap wisatawan yang datang pada momen Nataru nanti bisa menikmati liburan dengan tenang. Bukan sekadar pulang membawa foto dan cerita, tetapi juga rasa aman dan kesan hangat tentang Banyuwangi daerah yang menyambut tamunya dengan kesungguhan.
“Banyuwangi ingin dikenal bukan hanya indah, tapi juga tertib dan berkarakter,” pungkas Taufik.