Kata Febri 8/10
First impresion saya nonton ini vibesnya mirip Samurai X tapi gabung permainan squid game, menampilkan aksi brutal, emosional, dan sinematik yang berhasil menyatukan elemen sejarah, drama, dan survival game dalam satu paket intens. Meskipun ada kekurangan seperti ruang karakter yang terbatas dan durasi singkat, serial ini tetap terasa segar dan mendebarkan layak jadi tontonan wajib bagi penggemar samurai dan aksi berdarah.
Untuk aksi dan koreografi pedangnya sangat luar biasa.. Pedang yang menyayat, darah, dan kekerasan dipadukan dengan setting realistik dan intensitas tinggi. Memanggal kepala seperti menggunting kertas, serasa begitu mudahnya.
Visual & sinematografinya juga epik. Adegan sunyi di kuil kuno, kabut pagi di pegunungan, hujan, darah bercampur tanah, dan palet warna gelap membuat suasana terasa suram sekaligus memesona, mencerminkan dunia yang sedang rusak dan memudar.
Tidak sekadar duel saling bunuh, serial ini membawa banyak konflik batin: kehormatan, kehilangan, kesetiaan, pengkhianatan, dan harapan. Bagi Shujiro dan beberapa karakter lain, permainan ini adalah ujian hidup bukan hanya fisik, tapi nilai dan moral.
Meski begitu ada beberapa kekurangan yang menjadi catatan saya, salah satunta durasi sangat pendek.Total hanya 6 episode. Untuk cerita penuh dengan konflik sosial, sejarah, dan karakter sebanyak itu, ada rasa serial ini “terburu-buru” dan banyak potensi yang belum digali tuntas. Ini juga jadi kekhawatiran soal kontinuitas jika tidak ada season lanjutan terutama tidak trending atau viral yang berpengaruh terhadap pendapatan film ini.
Lalu karakter terasa terlalu banyak, sehingga beberapa sulit disentuh secara emosional. Dengan jumlah peserta awal 292, banyak karakter muncul sebentar lewat flashback lalu langsung mati. Ini membuat beberapa karakter terasa “sekadar statistik” daripada individu dengan kedalaman emosional, padahal beberapa karakter penampilannya sudah oke dan seharusnya bisa digali lagi ceritanya.
Gak sabar nunggu season 2 nya.
Sinopsis :
Pada tahun 1878, ketika zaman samurai resmi berakhir di era Meiji, ratusan mantan samurai dan prajurit dipanggil ke Kuil Tenryū-ji di Kyoto untuk mengikuti sebuah kompetisi hidup-mati bernama “Kodoku.” Dari total 292 peserta, hanya satu orang yang diizinkan bertahan hidup dan memenangkan hadiah besar senilai 100 miliar yen.
Di antara mereka, Shujiro Saga, seorang mantan samurai yang hidup sederhana bersama istri dan anaknya yang sakit, terpaksa ikut demi menyelamatkan keluarganya dan menjaga kehormatan terakhir yang ia miliki. Para peserta diberi sebuah tanda identitas, lalu diperintahkan berangkat menuju Tokyo sambil memburu satu sama lain.